Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari Ajak Perempuan Terjun ke Politik

Kota Bandung, BriliaNews.com – Wakil Ketua DPRD provinsi Jawa Barat (Jabar) Ineu Purwadewi Sundari, berdiskusi dengan perwakilan Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) dari empat kampus yang ada di Kota Bandung, terkait keterwakilan perempuan di parlemen.

“Hari ini, diskusi dengan teman-teman perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia yang ada di Bandung, dari empat kampus terkait keterwakilan perempuan di parlemen,” tuturnya di Gedung DPRD Jabar, Jumat (9/6/2023).

Pada forum diskusi tersebut, Ineu menjelaskan tentang kondisi keterwakilan perempuan di DPRD Jabar.

Ia mengatakan, saat ini walaupun sudah banyak, keterwakilan perempuan di DPRD Jabar belum mencapai target yang ditetapkan oleh Undang-Undang yakni minimal 30%.

Baca Juga  Ingin Mengadu Soal Pilkada, Kini Sapawarga Buka Kanal Aduan Pilkada 2024

“Pada periode 2019-2024 baru ada 22,5% anggota DPRD Jabar atau 27 orang perempuan dari total 120 anggota,” tuturnya.

Ineu menjelaskan, agar target keterwakilan perempuan ini bisa tercapai diperlukan dua hal.

Yang pertama, ucap Ineu, dari diri kitanya dulu, perempuannya yang menyiapkan diri. Apapun parpolnya, perempuan harus menyiapkan diri, supaya pimpinan parpolnya yakin dalam menempatkan kita.

“Kita harus menunjukkan kalau kita mampu terlibat di organisasi dan parpol tersebut. Kalau kita tidak bisa menunjukan keseriusan kita, kapasitas kita, mana ada sih orang yang akan memilih kita,” tegas Ineu.

“Yang kedua, harus ada komitmen dari parpolnya sendiri, mau menempatkan kader perempuannya menjadi caleg di tempat yang strategis,” tambah Ineu.

Baca Juga  Ridwan Kamil Serahkan Hasil Jual Lukisan Seniman di NFT, Laku Rp4,2 Juta

Ineu menambahkan, selain Kaukus Perempuan Parlemen, DPRD juga harus terus memotivasi perempuan-perempuan di luar sana supaya tidak anti politik, dan mau aktif di parpol, sehingga nanti bisa bergabung menjadi caleg dan akhirnya menjadi anggota parlemen.

Menurutnya, pertemuan ini dapat memotivasi teman-teman Permahi, terutama perempuannya, untuk mempelajari politik, tentang parlemen, dan bagaimana peran perempuan di parlemen.

“Setidaknya pengetahuan ini perlu mereka pahami dan ketahui, sehingga aktif di parpol ataupun di berbagai organisasi,” tutup Ineu.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida