Kota Bandung, BriliaNews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kickoff West Java Development Forum 2023 (WJDF 2023), di Kota Bandung, Senin (31/7/2023).
Forum tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk menjaring aspirasi atau masukan melalui rangkaian diskusi, dalam menyusun program pembangunan Jawa Barat periode 2025 – 2045 atau 20 tahun ke depan.
Hasil forum tersebut kemudian dirangkai menjadi draf dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (RPJPD Pemprov Jabar).
Ridwan Kamil menjelaskan, forum ini diikuti berbagai stakeholder termasuk kaum milenial dan para senior, yang disebut juga inohong.
“Semua stakeholder yang mewakili akan memberikan pandangan-pandangan bagaimana Jawa Barat di 2045 mendatang,” tuturnya usai kickoff WJDF 2023 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Senin (31/7/2023).
Ia mengungkapkan forum tersebut membahas berbagai sisi atau multi dimensi. Akan tetapi di mata milenial, saat Pemprov Jabar melakukan survei, ada tiga hal utama yang diinginkan dalam pembangunan ke depan, yaitu terkait ekonomi, lingkungan, dan sumber daya manusia.

Ridwan Kamil optimis pada tahun 2045 Jabar menjadi Provinsi termaju di Indonesia, karena capaian saat ini saja sudah luar biasa.
Ada 540 penghargaan yang diraih Jabar hingga Juli 2023, yang menandakan ada 540 perubahan.
“Mudah-mudahan dalam 22 tahun kedepan provinsi Jabar menjadi provinsi termaju di Indonesia, di semua ukurannya, sehingga kita bisa menjadi juara seperti yang di cita-citakan di era kami sekarang ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat (Bappeda Jabar) Iendra Sofyan menyatakan, RPJP tidak hanya milik Bappeda, tapi juga merupakan milik masyarakat Jawa Barat.
Oleh sebab itu, tutur Iendra, berbagai metode dan cara dilakukan untuk merangkul masyarakat di seluruh lapisan, demi mendapatkan masukan-masukan.
“Hari ini yang kita hadirkan adalah anak-anak muda yang memberikan masukan, para senior-senior kita para inohong kita. Jadi milenial dengan kaum kolonial kita gabungkan sekarang,” ujarnya.
Penyusunan RPJP 2025-2045 menurutnya merupakan momentum yang bagus, karena waktu startnya sama-sama di tahun 2025.
“RPJP nasional juga sedang di susun Bappenas. Jadi momentumnya sama startnya 2025,” tuturnya.
“Dengan adanya Pilkada dan Pilpres di tahun yang sama, rencana pembangunan pun sama. Insyaallah pembangunan akan sama-sama dan terjadi sinkronisasi,” tambahnya.
Iendra mengungkapkan, draf RPJP sendiri ditargetkan selesai di akhir tahun 2023, sesuai dengan arahan Kemendagri.
“Kemudian tahun depan kita finalisasi dan diserahkan pada pertengahan tahun ke Biro Hukum untuk menjadi Prolegda (Program Legislasi Daerah) di tahun 2025,” tuturnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






