Kota Bandung BriliaNews.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan faktor pemasaran dan jejaring usaha, merupakan kelemahan dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan pesantren peserta One Produk One Pesantren (OPOP).
Akibatnya, produk yang dihasilkan tidak terdistribusi dari hulu sampai ke hilir, sehingga pada ahirnya produk tidak terjual dan usaha mengalami kebangkrutan.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, ketika membuka Muharam UKM Terbaik Zilenial (Mumtaz) Festival 2023 dan Temu Bisnis One Pesantren One Product (OPOP) 2023, di Kawasan Masjid Al Jabar Kota Bandung, Jum’at (18/8/2023).
Wagub menyebut saat ini Jawa Barat memiliki 5018 pesantren peserta program OPOP yang telah memiliki produk dan lebih dari 4.000 UMKM juara.
Namun para pelaku usaha itu kurang memiliki net work (jejaring) usaha yang kuat dan gerakan yang masif antar pengusaha bahkan dengan perusahaan antar barang.
“Kelemahan umat Islam sebagai pengusaha, adalah jaringan yang lemah. Kita mampu memproduksi tapi hasil produksinya tidak bisa didistribusikan ke konsumen, karena tidak memiliki jaringan dengan retail,” ujarnya.

Karena itu, melalui Mumtaz Festival dan Temu Bisnis ini, Wagub berharap para pelaku UKM dan peserta program OPOP dapat menjalin jejaring usaha, sehingga ekonomi Jabar lewat UMKM, OPOP dan program lainnya dapat terbangun dengan baik.
“Dengan terjalinnya jejaring yang kuat, harapannya dalam 10 sampai 20 tahun mendatang, pelaku UKM dan peserta program OPOP akan menjadi konglomerat yang mampu menguasai peluang ekonomi yang ada di Jabar,” ucap Uu.
Pada kesempatan itu Wagub berharap, kegiatan ini bukan sekedar seremonial yang dilaksanakan dari tahun ke tahun tanpa progres ekonomi masyarakat.
“Kami berharap program yang digagas Ridwan Kamil (Gub. Jabar) ini juga dapat diteruskan oleh pemimpin berikutnya, karena masa jabatan Gubernur/ Wakil Gubernur Jabar periode 2018-2023 (Ridwan Kamil/ Uu Ruzhanul Ulum) akan berahir pada 5 September 2023, ” imbuhnya.
Mumtaz Festival 2023 yang digelar 2 hari (18-19/8/2023) dimeriahkan berbagai kegiatan seperti Festival Musik Religi antarperangkat daerah di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar, fun bike serta penyerahan santunan secara simbolis kepada 780 anak kaum dhuafa dan bansos kepada tenaga kebersihan masjid Al Jabbar.
Selain itu, ada juga talkshow dan edukasi langsung kepada pengunjung, nada dan dakwah, penyerahan sertifikat halal, penyerahan sertifikat HAKI, dan penyerahan sertifikat SNI.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji melaporkan dari 200 peserta program OPOP yang masuk final akan dipilih 21 pesantren juara tingkat provinsi Jawa Barat, yang akan menerima penghargaan masing-masing Rp200 juta dan beberapa pesantren akan dibawa untuk mengikuti pameran di Malaysia.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






