RAPBD 2024, Pj Gubernur Jabar Dorong BUMD Berkontribusi

Kota Bandung, BriliaNews.com – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan jawaban Gubernur Jabar terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Jabar, mengenai rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024.

Pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Jabar terhadap ranperda tersebut telah disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Jabar, Kamis (26/10/2023) sore, dilanjutkan dengan jawaban Gubernur Jabar pada Rapat Paripurna DPRD Jabar di malam harinya.

Pada kesempatan itu, Bey Machmudin menyampaikan pendapatan daerah tahun 2024 ditargetkan sebesar Rp35,88 triliun.

Sedangkan proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 25,25 triliun (70,37 persen), pendapatan transfer Rp10,60 triliun (29,55 persen), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp29,23 miliar (0,08 persen).

Baca Juga  Legislatif Jabar Dorong UPTD BPSMB -TG Bogor Tingkatkan Kualitas SDM

“Kontribusi terbesar PAD berasal dari pajak daerah sebesar Rp23,50 triliun atau 66,51 persen,” sebutnya.

Kontribusi BUMD

BUMD juga dituntut dapat memberikan kontribusi. Bey menyebut, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi kinerja bulanan, triwulanan, semesteran hingga tahunan.

“Selain itu memberikan masukan dan saran pada saat penyusunan rencana kerja anggaran perusahaan, mendorong kemitraan antar BUMD milik Pemprov Jabar dengan BUMD lainnya maupun BUMN,” ucap Bey Machmudin.

Lebih lanjut Bey menyampaikan bahwa belanja daerah pada tahun anggaran 2024, direncanakan sebesar Rp37,08 triliun. Adapun alokasi anggaran untuk bidang pemerintahan, perekonomian, infrastruktur, kesehatan serta sosial, akan menjadi perhatian dalam pengalokasian belanja daerah dengan memperhatikan prioritas belanja serta kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga  Digelar “Istighotsah Kubro”, Doa untuk Jawa Barat yang Kondusif, Aman dan Nyaman

Tak kalah penting, pemenuhan anggaran pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian juga menjadi perhatian khusus.

Apalagi soal pengentasan tengkes ( stunting ) di Jabar. Ini akan dilakukan melalui pemetaan terhadap program Gerbang Desa.

“Sebagai komitmen dalam pengentasan, pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan yang dilaksanakan secara terpadu melalui program intervensi spesifik dan sensitif serta peningkatan sanitasi dan air bersih,” tutur Bey.

Pun tengah menjadi perhatian saat ini, yakni komitmen Pemdaprov Jabar terhadap penyelesaian permasalahan sampah.

Bey menyebut bahwa penanganan sampah terintegrasi akan melibatkan multi stakeholders sesuai dengan kewenangannya diperlukan dalam perbaikan pengelolaan sampah di Jabar.

Editor : Afrida