Kota Bandung, BriliaNews.com – Tim Bandung Heritage beserta sejumlah pecinta gedung bersejarah, menyambangi Gedung Villa Isola UPI di Jalan Setiabudi kota Bandung, Selasa (5/12/2023)
Kedatangan rombongan ini dalam rangka mengkonfirmasi adanya kabar renovasi gedung bersejarah yang masuk kategori A tersebut.
Sesampainya di lokasi, rombongan disambut oleh Purno Mpd, pimpinan renovasi bangunan villa Isola. Bersama beliau, tim melihat ke dalam bangunan yang ada di komplek kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu.
Banyak pertanyaan yang muncul dalam dialog bersama pihak UPI, yang ternyata renovasi tersebut belum memiliki izin dari Tim Ahli Cagar budaya Bandung.
Bidang Jaringan dan Kerjasama Bandung Heritage Society Tubagus Adhi menjelaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam merenovasi bangunan bersejarah yakni keaslian bahan, keaslian tata letak dan keaslian craftmanship (pertukangan).

“Merenovasi bangunan cagar budaya kelas A seperti Villa Isola ini harus sangat berhati-hati”, ungkap Adhi.
Mnindaklanjuti hal tersebut, Purno Mpd, selaku Tenaga Ahli Sarana dan Prasarana UPI mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penyesuaian menggunakan pedoman dan tata cara renovasi gedung Villa Isola dan akan melakukan komunikasi yang lebih baik dengan ahlinya.
Pihaknya juga meminta dimaklumi bila ada sekatan yang tidak sesuai dengan aslinya, dikarenakan ruangan ini dipergunakan sebagai ruang rektor dan jajarannya.
“Intinya UPI ingin merawat bangunan ini, makanya Rektor dan Wakil Rektor berkantor disini”, ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Frances Affandi, pendiri Bandung Heritage yang juga ikut dalam peninjauan mengingatkan kepada pihak UPI, mengenai prosedur renovasi bangunan bersejarah.
“Ada beberapa proses seperti izin dalam merenovasi bangunan bersejarah seperti ini”, paparnya.
Dalam kunjungan ini ikut serta juga beberapa pengurus Bandung Heritage dan pecinta sejarah seperti komunitas Aleut.
(Adi)






