Bandung, BriliaNews.com – Saat seseorang sudah memiliki penghasilan, baik dari bekerja maupun berwirausaha, maka yang pertama dilakukan umumnya adalah membuka rekening tabungan di bank. Tujuannya adalah untuk menampung gaji atau hasil usaha yang diperoleh setiap bulan atau setiap harinya.
Selain digunakan untuk biaya hidup, penghasilan yang diterima tersebut harus ada yang disisihkan dalam bentuk tabungan. Artinya, tidak seluruh penghasilan yang ada di rekening bank tersebut dihabiskan untuk biaya hidup dan membiayai gaya hidup.
Saat tabungan yang diperoleh semakin besar, biasanya seseorang mulai berpikir untuk mengembangkan dananya dalam bentuk investasi.
Lalu, kapan investasi bisa disisihkan? Jawabannya adalah ketika nilai tabungan yang diperoleh telah mencapai 3-6 kali biaya hidup bulanan, atau telah mampu memenuhi kebutuhan dana darurat.
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara menjelaskan, tujuan menabung antara lain untuk mengantisipasi jika suatu ketika terjadi musibah seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun terjadi kegagalan bisnis.
“Sebelum memulai berinvestasi kita juga perlu menyisihkan sebagian dana yang kita miliki untuk membeli asuransi atau proteksi, salah satunya adalah asuransi kesehatan,” katanya, Senin (15/1/2024).
Ia mengatakan, bila tidak mendapatkan asuransi kesehatan dari tempat kerja, dapat membeli asuransi kesehatan swasta atau membayar asuransi yang dikelola pemerintah, yaitu BPJS Kesehatan.
Dengan begitu, jika terjadi risiko sakit atau meninggal dunia, tidak perlu lagi untuk menggunakan tabungan atau menjual aset yang dimiliki guna membiayai kebutuhan hidup.
Achmad Dirgantara menjelaskan pada dasarnya investasi merupakan bentuk penanaman modal, dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terdapat berbagai cara dan variasi instrumen untuk berinvestasi, yang risiko dan imbal hasilnya telah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, setiap orang memiliki tujuan jangka panjang agar kehidupannya menjadi lebih baik di masa depan. Misalnya memiliki perencanaan keuangan untuk menikah, membangun rumah, membiayai sekolah anak, traveling, dan lain sebagainya. Setelah menentukan tujuan, barulah seseorang mulai berinvestasi tidak cukup hanya menabung.
Perbedaan Menabung dan Investasi
Achmad Dirgantara menjelaskan perbedaan menabung dan investasi. Dengan menabung, uang lama kelamaan akan tergerus oleh inflasi, sehingga membuat nilai uang yang ditabung menyusut seiring waktu. Sementara itu, dengan berinvestasi dapat menjaga nilai uang terhadap kenaikan harga barang dan jasa.
Ia menuturkan, salah satu alasan utama untuk berinvestasi adalah menambah passive income, yaitu penghasilan yang tidak bisa kita peroleh secara langsung.
“Artinya, kita masih bisa mendapatkan penghasilan walaupun kita sedang tidak aktif bekerja. Tentunya imbal hasil yang diterima akan berbeda karena tergantung jenis instrumen investasi dan jangka waktu dari produk investasi yang dipilih.
“Jika kita hanya mengandalkan gaji bulanan, maka tujuan finansial kita mungkin akan sulit untuk dicapai. Sementara itu, dengan berinvestasi, setidaknya dapat membantu kita untuk mempercepat dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan, investasi memiliki jangka waktu yang berbeda-beda, mulai dengan jangka pendek, menengah, dan panjang.
Namun sebagai investor, perlu memilah atau mengelompokkan tujuan keuangan berdasarkan jangka waktu. Dengan begitu, kita dapat menyesuaikan investasi kita dengan kebutuhan finansial di masa yang akan datang.
“Selain itu, investasi yang terukur juga akan menghindarkan kita dari berutang dan lebih siap menghadapi situasi yang tak terduga di masa depan,” tuturnya.
Selain itu, investasi juga memiliki beragam jenis instrumen yang berbeda-beda. Kita bisa menyesuaikan instrumen apa yang akan kita pilih dengan kemampuan finansial masing-masing.
“Setiap instrumen membutuhkan modal yang berbeda-beda, mulai dari puluhan ribu sampai dengan ratusan juta rupiah,” ungkap Achmad.
Ia menambahkan salah satu alasan untuk berinvestasi, adalah untuk mencapai financial freedom.
Financial freedom ialah kondisi di mana kita tidak perlu lagi khawatir terkait biaya hidup kita di masa sekarang maupun masa yang akan datang.
“Dengan mencapai financial freedom kita juga akan memiliki dana lebih untuk membantu orang lain karena kebutuhan hidup kita telah tercukupi. Tentunya hal ini akan tercapai apabila investasi yang kita lakukan dapat dikelola dengan baik,” ujarnya. (Adi)






