Rakernas 2024, APIK PTMA Terus Kembangkan Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah

Kota Bandung, BriliaNews.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto mengatakan, ilmu komunikasi merupakan ilmu yang strategis.

Ilmu Komunikasi mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Tidak hanya itu ilmu komunikasi juga sejalan dengan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Bandung, yaitu menjadi Islamic Technopreneur University, dimana peran utama dari kampus adalah melahirkan inovasi.

Hal itu disampaikan Rektor pada pelantikan pengurus Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (APIK PTMA) periode 2024-2026 dan penandatanganan MoU antara UMBandung dan APIK PTMA dengan Lembaga Sensor Film, di auditorium K. H. Dahlan, Universitas Muhammadiyah jalan Soekarno Hatta kota Bandung, Kamis (30/5/2024).

Pelantikan pengurus dan penandatanganan MOU tersebut, merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APIK PTMA, yang digelar selama 2 hari pada Kamis – Jum’at (30-31/5) di kota Bandung, dengan tema “Menyinergikan Gerakan, Menguatkan Peran”.

Baca Juga  DLH Jabar Pastikan Cairan Merah di Sungai Cimeta Kabupaten Bandung Tak Berbahaya

Rektor menyebut peran melahirkan inovasi, melalui research secara konsisten dalam jangka panjang, sangat penting.

“Inovasi akan mewarnai kehidupan bangsa kita, dan kalau kita kilas balik, cita-cita perserikatan ini didirikan, antara lain untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, Islam yang berkemajuan menjadi agenda besar dari perserikatan. Bila kita tidak bisa menyampaikan komunikasi secara efektif, maka cita-cita menjadi umat Islam yang berkemajuan tidak akan terwujud.

“Maka mari kita sama-sama memajukan pendidikan ilmu komunikasi untuk melahirkan atau menghadirkan inovasi itu ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Menurut Ketua APIK PTMA, Dr. Choirul Fajri , Rakernas kali ini sangat penting untuk menyinergikan dan menyelaraskan program kerja yang konkrit bagi kemajuan Program Studi Ilmu Komunikasi.

“Rakernas ini merupakan momentum yang sangat penting untuk menyusun program kerja yang betul-betul bisa memberikan kontribusi, untuk pengembangan Prodi Ilmu Komunikasi. Terlebih, sampai saat ini, animo masyarakat terhadap Prodi Ilmu Komunikasi masih sangat tinggi” ungkap Fajri.

Baca Juga  Pemkot Bandung dan Brimob Polda Jabar Perkuat Tim Anti Begal dan Patroli Gabungan

Sementara itu Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian Dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Widodo Muktiyo menjelaskan, APIK merupakan asosiasi pengembangan dari prodi ilmu komunikasi.

“Asosiasi ini spesifik, karena ilmu komunikasi tidak hanya sebagai prodi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan PP Muhammadiyah,” ungkap Widodo.

Ia mengungkapkan, ada 57 perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki prodi komunikasi. Ke 57 perguruan tinggi Muhammadiyah itu diharapkan bersinergi membangun roadmap bersama, dalam konteks strategi komunikasi yang saat ini sudah mengarah ke era milenial dan era digital.

“Kami sangat berharap APIK ini juga akan melaksanakan tugas-tugas perserikatan pada umumnya, disamping tugas di prodinya, karena ini memang pengembangan prodi komunikasi,” tuturnya

Pewarta : Adi
Editor       : Afrida