Kota Bandung, BriliaNews.com – Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II/2024, tetap solid dan lebih baik dibanding periode yang sama tahun 2023.
Secara y-on-y, kinerja ekonomi Jawa Barat pada triwulan II/2024 tumbuh 4,95 persen dibandingkan dengan triwulan II/2023.
Sementar secara q-to-q, kinerja ekonomi Jawa Barat pada triwulan II/2024 tumbuh 2,10 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun yang sama.
“Ekonomi Jawa Barat tetap tumbuh dengan solid, baik secara y-on-y maupun q-to-q. Bila diukur dari Januari sampai Juni 2024, ekonomi Jabar alami kenaikan 4,95 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Marsudijono, Senin (5/8/2024).
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/2024 didukung dengan adanya puncak panen raya padi pada April dan Mei.
Selain itu, terjadi juga peningkatan aktivitas pada momen perayaan Idul Fitri, Idul Adha dan liburan sekolah.
“Hal itu berdampak pada berbagai sektor, seperti induatri makanan dan minuman, transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran serta jasa dan komponen konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Marsudijono, berdasarkan lapangan usaha struktur ekonomi Jawa Barat masih banyak ditopang dengan kekuatan sektor industri dengan kontribusi yang memberikan andil 40,71 persen, namun laju pertumbuhannya pada q-to-q menunjukkan perlambatan sebesar -1,17 persen.
“Isu perlambatan industri ini sudah berlangsung cukup lama, apalagi pada industri tekstil dengan banyaknya impor yang masuk. Sehingga, perlu dibentuk satgas untuk menggiatkan sektor industri,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Marsudijono, pertumbuhan ekonomi Jabar juga masih ditopang sektor pertanian dengan puncaknya pada masa panen dengan memberikan kontribusi sebesar 27,87 persen.
“Secara y-on-y, berdasarkan lapangan usaha semuanya mengalami kenaikan kecuali sektor jasa perusahaan,” ungkap dia.
Sementara struktur ekonomi Jawa Barat menurut pengeluaran, masih banyak ditopang dengan kenaikan konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi 66,93 persen, PMTB 24,06 persen, konsumsi pemerintah. Selain itu, ekspor dan impor masing-masing memberikan kontribusi 59,64 persen dan 56 persen, namun secara q-to-q ekspor jabar belum tumbuh dengan baik. Pada periode tersebut, eksport berkontraksi -2,12 persen dan import -5,89 persen.
“Peningkatan capaian realisasi investasi PMA dan PMDN di Jawa Barat, juga mendorong pertumbuhan pada sektor konstruksi dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB),” pungkasnya.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






