Buka Patepung di Majalaya, Amanda Soemedi : Perluas Pasar Tenun Majalaya

Caption : Pj. Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Amanda Soemedi Bey Machmudin membuka kegiatan Promosi Bersama Komoditas Tekstil 2024 bertajuk “Patepung (Pesona Tenun Unggulan) di Majalaya” di Kabupaten Bandung, Selasa (3/12/2024).

Kab. Bandung, BriliaNews.com – Penjabat (Pj.) Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Amanda Soemedi Bey Machmudin, membuka kegiatan Promosi Bersama Komoditas Tekstil 2024 bertajuk “Patepung (Pesona Tenun Unggulan) di Majalaya” di Kantor Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Pertekstilan Bandung, Kabupaten Bandung, Selasa (3/12/2024).

Amanda berharap kegiatan ini dapat memperluas pasar produk Tenun Majalaya ke seluruh lapisan masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM, khususnya perajin tenun, agar lebih berdaya dan perekonomian meningkat.

“Kegiatan ini membantu mempromosikan produk tenun di Majalaya, supaya dapat meningkatkan lagi UMKM-nya dapat bergerak,” ucap Amanda.

Baca Juga  Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 TA 2026, Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa

“Kita bantu supaya UMKM dapat meningkatkan produksi dan memasarkannya, sehingga dapat dikenal lebih luas lagi,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Amanda mengunjungi 20 tenan pelaku UMKM yang notabene perajin Tenun Majalaya. Ia juga sempat mengobrol terkait kreativitas perajin yang dapat mengolah sebuah bahan sarung menjadi berbagai produk bagus.

“Hasilnya bagus-bagus, kreativitasnya juga bagus dari sarung bisa dibikin blazer, baju, kebaya. Mungkin (nanti) bisa dengan pelatihannya dengan pelatihan lebih intensif lagi, mungkin kreativitasnya akan lebih berkembang lagi, sehingga produknya lebih banyak diminati oleh masyarakat,” tutur Amanda.

Baca Juga  Tingkatkan Literasi Anak Melalui Lomba Vlog

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Noneng Komara Nengsih menuturkan, perajin tenun di Majalaya sudah menjual produknya hampir ke seluruh daerah di Indonesia. Salah satunya produk sarung.

“Kalau yang sarung itu sudah dijual hampir ke seluruh daerah (di Indonesia) ya Jepara, Pekalongan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan yang bahan Ulos. Kemudian juga Sarung Samarinda, Palembang, dan ada beberapa yang keluar negeri ya Malaysia dan Brunei yang biasa menggunakan sarung terutama,” ucap Noneng. 

(Ida)