PT Len Industri Uji Coba Terbang UAV DID 3.11 di Bandara Nusawiru Pangandaran

Kab. Pangandaran, BriliaNews.com – PT Len Industri (Persero), induk Holding DEFEND ID bersama Balitbang Kementerian Pertahanan, melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Litber (litbang bersama) kedua dan Uji Coba Terbang UAV (Unmanned Aerial Vehicle) DID 3.11 di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat pada Sabtu-Minggu (28-29/11/2024).

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri, Amalia Maya Fitri mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memenuhi tugas untuk menguasai salah satu teknologi kunci pertahanan, yakni UAV.

Selain itu, kegiatan Monev ini juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara industri pertahanan dan pemerintah, dalam upaya meningkatkan kemandirian teknologi nasional khususnya di bidang UAV.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bagian Litbang Kemhan, Mayjen TNI Heru Sudarminto beserta jajarannya.

Amalia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Ia menegaskan setiap tahapan kegiatan litbang memberikan wawasan baru dan menjadi langkah penting untuk memahami proses litbang yang benar.

“Dalam setiap fase kegiatan, kami mendapatkan insight yang baru, sehingga mengetahui step by step proses litbang yang benar seperti apa. Yang tidak kalah penting, kami juga bisa mendapatkan saran dan masukan dari calon pengguna,” ungkap Amalia.

Baca Juga  KKJ-PKJB 2023, Ridwan Kamil: Jawa Barat Negeri UMKM

Kedepan, roadmap pengembangan DID 3.11 akan dilakukan litbang dalam bidang sistem komunikasi BLOS (Beyond Line Of Sight) dengan menggunakan satelit, agar jangkauan operasi lebih luas dan dapat menjangkau lokasi yang terisolasi, serta memiliki fleksibilitas untuk berbagai misi dan operasional.

“Kemudian juga akan diintegrasikan smart bomb atau missile, sehingga DID3.11 ini dapat bertransformasi menjadi UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang memiliki kemampuan kombatan,” tuturnya.

Amalia berharap kerja sama antara PT Len Industri dan Balitbang Kemhan dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan dan produksi aerostruktur UAV.

“Selain kegiatan litbang, kami juga berharap dapat bekerjasama dalam memproduksi aerostructure UAV. Salah satunya dengan mengoptimalkan aset yang dimiliki Balitbang Kemhan, seperti aset atau fasilitas KFX/IFX yang terdapat di lokasi PTDI saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri, Wahyu Sofiadi menyebut, UAV DID 3.11 merupakan inovasi terbaru yang berhasil dikembangkan oleh PT Len Industri.

Saat ini, PT Len Industri berhasil mengembangkan UAV DID 3.11, yang telah diperkenalkan sebelumnya pada Bali International Air Show, dihadapan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga  Sejarah Lokal Bakal Masuk Dalam Ranperda Jabar Tentang Pemajuan Kebudayaan

“UAV ini merupakan produksi dalam negeri yang dirancang dengan kemampuan mumpuni, untuk berbagai misi, mulai dari penginderaan, pemetaan, pengawasan wilayah teritorial dan maritim, hingga misi kombatan,” ungkap Wahyu.

Dalam uji coba tersebut, UAV DID 3.11 berhasil diterbangkan dengan lancar dan sesuai harapan.

Menurutnya, performa yang ditunjukkan UAV ini membuktikan kemampuan teknologi dalam negeri dapat terus berkembang, untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Lebih lanjut, Wahyu memaparkan rencana masa depan untuk pengembangan UAV DID 3.11, dengan target melakukan integrasi payload smart bomb.

“Mengingat platform DID 3.11 dirancang dengan arsitektur modular, UAV ini dapat mengakomodasi integrasi berbagai jenis payload sesuai kebutuhan misi,” tuturnya.

Ia menegaskan, uji coba ini menandai langkah maju PT Len Industri, dalam memperkuat kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.

“Keberhasilan ini juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi besar untuk meningkatkan daya saing industri pertahanan di kancah global,” tutupnya.

Editor : Adi