Tasikmalaya, BriliaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membenarkan adanya kejadian Kereta Api PLB 122A relasi Bandung-Malang yang tertemper Orang Tidak Dikenal (OTK).
Kejadian ini terjadi di KM 262+ 2 emplasemen Stasiun Indihiang, dengan korban 1 orang Laki laki (OTK) mengalami luka berat dan ditangani oleh Polres Indihiang, pada Jum’at (17/1/2025) malam.
Manager Humasda PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung Ayep Hanapi, mengatakan akibat kejadian tersebut, KA PLB 122A Malabar mengalami keterlambatan 3 menit untuk memeriksa kondisi rangkaian di Stasiun Indihiang. Setelah dinyatakan aman oleh petugas, KA Malabar dapat melanjutkan perjalanan kembali.
“Kami sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Kembali kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk tidak beraktivitas di jalur rel, karena masih banyak masyarakat beraktivitas di sepanjang jalur kereta hingga mengakibatkan korban jiwa,” jelas Ayep.
Ayep menekankan, jika pihak KAI mengetahui atas pelanggaran ini, mereka yang melanggar peraturan bisa diamankan oleh pihak KAI.
Aktivitas seperti ini salah satunya melanggar Pasal 199 UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
“Setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak, dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah),” ungkap Ayep.
Sesuai dengan standar operasi yang diterapkan di PT KAI, setiap masinis pasti akan membunyikan klakson berupa seruling lokomotif setiap melewati pintu perlintasan ataupun terdapat bahaya yang menghalangi di depannya.
Selain adanya standar operasional pada perjalanan kereta api, KAI juga secara rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berkoordinasi dengan kewilayahan setempat terkait bahaya beraktivitas di jalur KA. Selain itu, KAI secara konsisten berjaga di titik-titik rawan serta melakukan patroli rutin keamanan di jalur KA.
“insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi area rel, yang bukan hanya area terlarang tetapi juga sangat berisiko. PT KAI Daop 2 memastikan operasional kereta api berjalan aman dan lancar, namun keselamatan publik juga sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat untuk tidak berada di area berbahaya tersebut,” tutup Ayep
(Adi).






