Kota Bandung, BriliaNews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat memaparkan, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2024, secara current to current (c-to-c) mencapai 4,95 persen, lebih kecil dari tahun 2023 yang mencapai 5 persen.
Namun demikian, bila tanpa migas pertumbuhan ekonomi Jabar sudah mencapai 5,12 persen. Sementara bila dilihat secara year on year (y-on-y), laju pertumbuhannya mencapai 5,02 persen, dan secara quarter to quarter (q-to-q) tumbuh 2,05 persen.
“Ini karena adanya penurunan di sektor migas. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak terlalu berpengaruh, namun di tahun 2024, penurunan harga migas ini mempengaruhi perlambatan ekonomi di Jabar,” jelas Kepala BPS Prov. Jabar, Darwis Sitorus usai Rilis Berita Statistik di Aula BPS Jabar, Kota Bandung, Rabu (5/2/2025).
Darwis mengatakan,
pada Triwulan IV Tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar 448,06 triliun rupiah, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar 724,69 triliun rupiah.
Sementara bila dilihat berdasarkan c-to-c, di Tahun 2024 PDRB ADHK Jabar sebesar Rp 1.752,07 triliun, dan PDRB ADHB sebesar Rp 2.823,34 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi di Jabar didominasi oleh aktivitas industri pengolahan, yang kontribusinya di tahun 2024 mencapai 41,39 persen.
“Laju pertumbuhan sektor industri pengolahan tumbuh 3,52 persen (c-to-c). Hal ini didukung oleh tingginya peningkatan pada industri barang elektronik,” ujarnya.
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dikatakannya juga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Jabar.
Sektor perdagangan ini tumbuh 4,85 persen (c-to-c), akibat meningkatnya permintaan domestik dan luar negeri.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar dalam perekonomian Jawa Barat di Tahun 2024, yaitu sebesar 66,20 persen dengan laju pertumbuhan 5,01 persen.
Menurutnya, peningkatan pada capaian realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jabar, juga turut mendorong pertumbuhan pada sektor Konstruksi dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang tumbuh 6,96 persen.
Bila dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat menempati posisi tertinggi kedua setelah DI Yogyakarta, dengan angka 5,02 persen secara y-on-y, dan 4,95 persen secara c-to-c. Sementara DI Yogyakarta pertumbuhan ekonominya sebesar 5,07 persen (y-on-y) dan 5,03 persen (c-to-c).
Provinsi Jabar juga memberikan kontribusi ketiga terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa, yaitu sebesar 22,49 persen (c-to-c). Kontribusi terbesar diberikan oleh Provinsi DKI Jakarta (29,30 persen), diikuti Provinsi Jawa Timur (25,23 persen).
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa (c-to-c) pada tahun 2024 sebesar 4,92 persen, dan memberikan 57,02 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB)
Nasional.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






