KAI Kirimkan 15 UMKM Binaan dalam Program Pelatihan “UMKM Naik Kelas”

Jakarta, BriliaNews.com – KAI mengirimkan 15 UMKM binaan dari berbagai sektor usaha seperti kerajinan, fashion, kuliner, dan merchandise, untuk mengikuti program pelatihan “UMKM Naik Kelas”, yang diselenggarakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu merupakan wujud komitmen KAI dalam mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto, untuk menciptakan ekonomi mandiri dan berkelanjutan.

Pelatihan “UMKM Naik Kelas” tersebut diselenggarakan di Telkom Corporate University pekan lalu, diikuti 170 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen KAI dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Executive Vice President Corporate Secretary Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam program ‘UMKM Naik Kelas’ ini.

“KAI percaya bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pelaku UMKM binaan KAI dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka, sehingga mampu berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso Tandatangani MoU Penelitian Surveilans Meningokokus

Hal senada disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Ia menyampaikan, dalam kurun waktu lima tahun, pihaknya telah bertemu dengan ribuan UMKM, mengadakan berbagai pameran, dan memberikan pelatihan di berbagai daerah.

“Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa langkah pertama dalam membantu UMKM naik kelas adalah mengetahui di kelas mana mereka berada. Oleh karena itu, kami merancang aplikasi “Naksir UMKM”, untuk membantu mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu ditingkatka,” tuturnya.

Sebagai informasi aplikasi Naksir UMKM merupakan sebuah platform assessment, yang dirancang untuk menentukan level kematangan UMKM.

Baca Juga  Pemkot dan Baznas Kota Bandung Serahkan Bantuan Rp 500 Juta Lebih untuk Korban Gempa Sumedang

Melalui aplikasi ini, UMKM dikategorikan ke dalam empat kelas, yaitu Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, dan Kelas 4, sehingga pelatihan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran aplikasi Naksir UMKM, yang telah berhasil mengumpulkan data potensi UMKM secara nasional.

Materi pelatihan meliputi berbagai aspek krusial bagi pengembangan UMKM, di antaranya
pelatihan NIB, PIRT, dan Sertifikasi Halal oleh Anggraeni Wulansari (PT Surveyor Indonesia),
Optimalisasi Pengelolaan Keuangan UMKM oleh Agus Yayan Cahyan (Pengawas Market Conduct OJK)

  • Branding & Penggunaan WhatsApp Business oleh Agung Pambudi (Ecosystem Manager Impala Network).

(Ida)