MSD dan Bio Farma Tandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Terkait Kerjasama Transfer Teknologi Produksi Vaksin PCV15 Secara Lokal di Indonesia

Jakarta, BriliaNews.com – MSD (nama dagang dari Merck & Co., Inc., Rahway, N.J., AS) dan Bio Farma (Induk Holding BUMN Farmasi dengan anak perusahaan Kimia Farma dan Indo Farma), menandatangani perjanjian kerangka kerja sama yang berfokus pada kemitraan transfer teknologi untuk memproduksi Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) secara lokal di Indonesia.

Kolaborasi ini menitikberatkan pada pengembangan PCV15 produksi lokal untuk pencegahan penyakit pneumokokal invasif, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut streptococcus pneumoniae.

Kemitraan ini sejalan dengan Asta Cita Indonesia: Menuju Indonesia Emas 2045, terutama fokus pada penguatan ketahanan sistem kesehatan.

Perjanjian ini ditandatangani di Jakarta pada Kamis (13/2/2025) oleh George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, dan Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma, disaksikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Aminuddin Ma’ruf, dan President of MSD Asia Pacific, David Peacock.

Pneumonia menjadi penyebab utama penyakit dan kematian pada bayi dan anak-anak di Indonesia, dengan sekitar 14,5% kasus kematian bayi dan 5% kasus kematian pada anak di bawah lima tahun.

PCV15 secara khusus mencakup perlindungan terhadap serotipe 22F dan 33F, serta telah menunjukkan imunogenisitas yang lebih unggul untuk serotipe 3 dibandingkan dengan vaksin PCV lainnya.

Streptococcus pneumoniae serotipe 3, 22F, dan 33F, diakui sebagai penyebab pneumonia di berbagai populasi.

“Vaksinasi adalah komponen penting dalam memerangi pneumonia, dan PCV15 akan memainkan peran integral dalam mencegah penyakit yang mengancam nyawa anak-anak kita,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Peluncuran OSS Berbasis Risiko

Budi Gunadi mengungkapkan, kemitraan ini tidak hanya mendukung transformasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui penyediaan layanan kesehatan yang memadai, tetapi juga merupakan langkah penting menuju peningkatan kapabilitas vaksinasi kita.

Karena itu, transfer teknologi untuk memproduksi Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) didalam negeri ini, diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan layanan kesehatan dan melindungi generasi yang akan datang.

Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia, Aminuddin Ma’ruf mendukung kerjasama terebut, mengingat beban berat akibat dari penyakit pneumokokus di Indonesia.

Produksi PCV15 secara lokal ditegaskannya merupakan pendekatan proaktif, dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan.

Ia mengungkapkan, PCV15 ini dapat melindungi diri dari 15 jenis virus S. pneumoniae, termasuk yang terkait dengan penyakit kritis.

Perjanjian yang ditandatangani hari ini juga merupakan langkah signifikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung Asta Cita Indonesia, khususnya dalam memperkuat pemrosesan hilir dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai domestik.

“Kemitraan ini menandai pencapaian penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin dunia. Inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus membangun ekosistem farmasi yang lebih berdaya saing,” ujar Aminuddin.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perusahaan biofarmasi global seperti MSD tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas lokal, tetapi juga memastikan bahwa Indonesia mampu memenuhi standar internasional.

“Kementerian BUMN terus mendorong kolaborasi strategis yang mempercepat inovasi, meningkatkan daya saing industri farmasi nasional, dan memastikan akses layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga  Kasus COVID-19 di Jabar Meningkat, Masyarakat Diimbau Perketat Prokes

Sementara itu, David Peacock, President of Asia Pacific, MSD mengatakan, kolaborasi pada layanan kesehatan ini merupakan komitmen MSD dalam menghadapi masalah kesehatan di Indonesia yang mendesak.

Menurutnya, perjanjian kemitraan hari ini dibangun dari kemitraan MSD yang sudah terjalin dengan Bio Farma, memungkinkan MSD memperluas produksi dan pasokan PCV di Indonesia.

“Kami (MSD) berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap vaksin yang dapat menyelamatkan jiwa serta mengatasi beban penyakit pneumokokus di Indonesia,” tuturnya.

“Kerja sama hari ini mencerminkan dedikasi MSD untuk mendukung aspirasi Indonesia mewujudkan lingkungan kesehatan yang berkelanjutan dan membangun infrastruktur vaksinasi yang kuat,” ujarnya.

Di lain pihak, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, kemitraan ini melanjutkan suksesnya kemitraan transfer teknologi antara MSD dengan Bio Farma untuk produksi lokal vaksin 4-valent Human Papillomavirus (HPV), NUSAGARD® yang diluncurkan pada Agustus 2023 lalu.

Menurutnya, pengalaman yang didapatkan dari produksi lokal vaksin 4-valent HPV telah berkontribusi besar dalam upaya transfer teknologi PCV15 sekaligus memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi vaksin berkualitas tinggi di dalam negeri.

“Kami sangat antusias bekerja sama dengan MSD, perusahaan biofarmasi global terkemuka, dalam mencapai tujuan kami. Kemitraan yang terus berlanjut dengan MSD akan terus memperkuat kapabilitas vaksinasi kami, sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan untuk masa depan yang lebih sehat,” pungkas Shadiq Akasya.

(Adi)