Kota Bandung, BriliaNews.com – Ketua DPRD Jawa Barat Dr. Buky Wibawa Karya Guna menilai, persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi Jawa Barat dalam menghadapi lonjakan pemudik lebaran tahun 2025 sudah matang.
Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemprov Jabar bersama pihak – pihak terkait, agar perjalanan para pemudik berjalan aman dan nyaman selama masa
arus mudik dan balik lebaran.
“Kita kan minggu lalu ada launching Operasi Ketupat Lodaya 2025, melibatkan Pemprov. Jabar, Polisi, TNI, Kejati, dan instansi terkait lainnya. Itu semua terlihat sangat matang,” tuturnya di ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, jalan Diponegoro kota Bandung, Rabu (26/3/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga akan memantau ke daerah Cileunyi dan Cimahi untuk melihat kondisi di daerah tersebut.
“Besok, kami akan memantau ke Cimahi dan Cileunyi, untuk melihat kondisi di daerah tersebut Semoga berjalan lancar, ” ujarnya.
Bucky juga mengapresiasi para aparat kepolisian yang bertugas selama masa mudik dan balik lebaran. Mereka tidak hanya mengatur lalulintas, tapi juga menghadapi pemudik yang kurang sabar.
“Kita tahu pada saat hari raya mereka bertugas di jalanan mengatur lalu lintas, terkadang berhadapan dengan orang lain yang tidak sabar, dsb, sementara mereka itu kan bertugas dengan meninggalkan keluarganya,” ucapnya.
Bucky juga menghimbau para pemudik untuk memastikan keamanan sebelum meninggalkan rumahnya.
Ia mengingatkan untuk berkoordinasi dengan RT/RW dan keamanan setempat, sehingga rumahnya bisa dijaga.
“Kalau mau mudik, apalagi rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, tidak ada orang, sebaiknya berkoordinasi dengan RT/RW dan keamanan setempat, sehingga rumahnya bisa dijaga. Jangan lupa juga mematikan aliran listrik, kompor gas, dsb,” himbaunya.
Ia berharap kejadian-kejadian lampau seperti kebakaran akibat lupa mematikan kompor tidak terjadi pada masa mudik tahun ini.
Para pemudik juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, baik mental maupun fisik dan manfaatkan
fasilitas gratis yang telah disediakan oleh pemerintah, seperti posko-posko kesehatan dan tempat istirahat, sehingga pengendara bisa fit selama dalam perjalanan mudik.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi terutama kendaraan bermotor roda dua, agar memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima termasuk surat – surat kendaraannya.
Bagi yang menunggak pajak kendaraan bermotor, ia menganjurkan untuk memanfaatkan kebijakan Pemprov. Jabar terkait pemutihan pajak kendaraan, yang dimulai pada 20 Maret 2025 hingga 6 Juni 2025.
“Dengan selesainya kewajiban membayar pajak ini, pemudik juga akan menjadi lebih tenang saat membawa kendaraan, karena sudah tidak ada tunggakan pajak lagi. Tinggal bagaimana pemudik memperhatikan jadwal mudik, melihat-lihat jadwal berangkat di waktu yang lebih pas, sehingga tidak terjebak oleh kemacetan dalam perjalanan mudik,” pungkas Bucky.
(Adi)






