Februari 2025 Jabar Deflasi 0,61 Persen, Diskon Tarif Listrik Masih Jadi Faktor Utama

Kota Bandung, BriliaNews.com – Inflasi Jawa Barat kembali tertahan pada Februari 2025 ini. Secara inflasi bulanan (month to month), Jawa Barat mengalami deflasi 0,61 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat Senin, (3/3/2025).

Darwis Sitorus menjelaskan di Jawa Barat, inflasi tahun ke tahun atau (year on year) sebesar -0,27 persen, dan secara tahun kalender (year to date) sebesar -1,29 persen.

Menurut kelompok pengeluaran, deflasi tertinggi terjadi pada Kelompok Bahan Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,37 persen dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen. Dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 4,12 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,65 persen.

“Selain kelompok pengeluaran yang deflasi itu, lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi secara month to month Februari 2025. Yaitu Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,05 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,3 persen, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,18 persen”, jelas Darwis.

Selanjutnya Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran inflasi sebesar 0,2 persen dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya inflasi sebesar 1,4 persen.

Adapun menurut komoditas pada Februari 2025 di Jawa Barat yang memberikan deflasi tertinggi yaitu tarif listrik sebesar 0,68 persen, diikuti cabai merah, bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,04 persen.

Baca Juga  Pusat Perbelanjaan Modern di Kota Bandung Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisatawan

Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi emas perhiasan sebesar 0,06 persen, dan bensin sebesar 0,03 persen.

“Bila dilihat berdasarkan wilayah, seluruh Kabupaten/Kota pantauan inflasi di Jawa Barat mengalami deflasi secara month to month pada Februari 2025. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar sebesar 0,97 persen, sementara deflasi terkecil terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32 persen”, jelas Darwis.

Adapun kabupaten/kota lainnya yaitu Kabupaten Bandung deflasi sebesar 0,53 persen, Kabupaten Subang sebesar 0,56 persen, Kota Bogor deflasi sebesar 0,73 persen, Kota Sukabumi deflasi sebesar 0,35 persen, Kota Bandung deflasi sebesar 0,73 persen, Kota Cirebon deflasi sebesar 0,73 persen. Selain itu Kota Bekasi deflasi sebesar 0,47 persen, dan Kota Depok deflasi sebesar 0,73.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP)

BPS Provinsi Jawa Barat juga merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Pada Februari 2015 secara month to month NTP sebesar 113,53, mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan Januari 2025.

“Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,86 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami juga mengalami penurunan sebesar 0,29 persen”, jelas Darwis.

Baca Juga  Pasca Gempa Pangandaran Perjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan Prasarana maupun Infrastruktur

“Menurut subsektornya, penurunan NTP tertinggi pada Februari 2025 adalah subsektor hortikultura sebesar 7,67 persen dibanding Januari 2025, dan subsektor peternakan sebesar 1,07 persen.”, lanjut Darwis.

Selanjutnya Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Februari 2025 tercatat sebesar 115,40 atau mengalami penurunan sebesar 1,03 persen dibanding Januari 2025. Penurunan ini diakibatkan oleh indeks yang diterima petani lebih tinggi daripada indeks biaya produksi dan penambahan barang modal.

“Penurunan NTUP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,86 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik sebesar 0,18 persen”, pungkas Darwis.

Hasil pengamatan BPS, rata-rata harga beras di penggilingan Februari 2025 seharga 13.171 rupiah atau secara month to month naik sebesar 0,88 persen, namun secara year on year mengalami penurunan sebesar 9,70 persen.

Jika diamati menurut jenis berasnya, rata-rata harga beras premium seharga 13.412 rupiah ata naik secara month month sebesar 0,88 persen.

“Beras medium seharga 12.910 rupiah pada Februari 2025 atau naik sebesar 1,05 persen secara month to month jika dibandingkan Januari 2025,” jelas Darwis

(Adi)