Masa Angkutan Lebaran 2025 Dimulai, Sarana dan Prasarana Kereta Api Daop 2 Siap Operasi

Kota Bandung, BriliaNews.com –
Pada hari pertama masa Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 2 Bandung menggelar acara Ngobrol Santai Bertema “Mudik Tenang, Menyenangkan Bersama KAI Daop 2 Bandung”, Jum’at (21/3/2025).

Acara tersebut berlangsung di Hall Utara Stasiun Bandung, dengan narasumber Kadaop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana bersama Konten Kreator dan Traveler, Risang Anggara.

PT KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2025 selama 22 hari mulai 21 Maret 2025 sampai dengan 11 April 2025.

Ditemui usai acara Ngobrol Santai, Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung Dicky Eka Priandana mengatakan, seluruh sarana dan prasarana untuk melayani penumpang kereta api dalam kondisi siap operasi.

Pada masa Angkutan Lebaran tahun ini, KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan 25 lokomotif dan 219 kereta untuk melayani 95 perjalanan kereta setiap hari.

Dari 25 lokomotif, dua lokomotif di plot sebagai hot stand by atau cadangan, yang ditempatkan di Cibatu dan Bandung, untuk mengantisipasi seandainya terjadi gangguan lokomotif di semua perjalanan KAI di wilayah Daop 2 Bandung.

“Semua sudah kami siapkan, dan mulai hari ini kita memasuki masa Angkutan Lebaran 2025, dengan skema semua sarana siap operasi. Tidak ada sarana yang sedang dirawat di bengkel di Balai Yasa, ataupun di Depo yang kita miliki di Bandung,” imbuhnya.

KAI Daop 2 Bandung kata Dicky telah
mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir, pergerakan tanah dan longsor, dengan memetakan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus).

KAI Daop 2 memetakan ada 72 titik yang masuk dalam Dapsus, membentang dari Cikampek, Gandasoli sampai Banjar Garut. Umumnya lebih ke alam, dimana rawan terjadi longsor, karena demografi Daop banyak berupa lereng dan tebing. Terbanyak kedua terkait hidrolika yaitu sungai, dimana ada limpahan air sungai yang bisa mengganggu pilar-pilar jembatan.

Baca Juga  Jabar Perkuat Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah

Selain itu juga ada tempat-tempat yang memiliki air jenuh, seperti di Bumi Waluya ada satu lokasi yang airnya tidak bisa keluar kemana-mana, terperangkap di area lereng bukit yang di atasnya merupakan trek Kereta Api.

“Di sana sudah kami pasang early warning system untuk memantau adanya gerakan baik pada air dan tanah, yang sudah terintegrasi dengan sistem alarm yang ada di Stasiun Bumi Waluya,” ungkapnya.

Untuk mitigasinya lanjut Dicky, menambah petugas penjaga di daerah rawan tersebut.

KAI Daop 2 Bandung menyiapkan 58 petugas PPJ ekstra, 36 PJL ekstra, 35 petugas pemantau Dapsus dan 68 personil keamanan ekstra.

Dari 72 titik tersebut, titik yang paling kami waspadai ada di Cianjur, pada jembatan no 433, dimana dari sisi hidrolika dan pergerakan tanahnya sudah cukup parah.

“Dalam beberapa tahun terakhir bergeser 3mm. Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik prasarana pemerintah, dalam hal ini BTP Bandung. Untuk saat ini mitigasi yang kami lakukan dengan mengurangi kecepatan kereta di jembatan itu, sehingga KA Siliwangi, Cianjur Sukabumi, melewati lokasi tersebut hanya diperbolehkan dengan kecepatan 10 km/jam,” ujarnya.

Selain itu titik lain yang kami juga waspadai ada di km 337, di daerah Ciganea yang rawan hidrolika.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Apresiasi Jawa Barat berhasil Turunkan Stunting Melebihi Target Nasional

Pada titik tersebut drempel atau bronjong yang menahan air agar pecah, tidak langsung kena pilar jembatan, kemarin sudah terbawa arus dengan hujan besar kemarin.

Saat ini pihaknya sedang mencoba memasang kembali bronjong, sehingga air bisa terpecah dan tidak langsung menghantam pilar jembatan di sungai tersebut.

“Dua titik tersebut yang kita sedang seriuskan pada hari ini, agar tidak berpengaruh pada perjalanan,” tegasnya.

Perkiraan Puncak Arus Mudik H-3 Lebaran

Terkait tiket lebaran, menurut Dicky telah terjual 59,5 persen atau 211.254 tiket dari 355.124 tempat duduk yang disiapkan.

Jumlah ini akan terus berkembang hingga H-1, karena karakter penumpang di Daop 2, penumpang memang membeli tiketnya mepet mendekati hari keberangkatan, dimana mereka akan saling berebut tiket atau war tiket.

Ia memprediksi puncak arus mudik di Daop 2 ada terjadi pada 28 Maret atau H-3 Lebaran.

Berdasarkan data, tujuan penumpang paling banyak ke Yogyakarta.

“Hari ini pun penjualan tiket banyaknya ke Yogyakarta. Itulah sebabnya kita menambah 2 KA Lodaya, baik yang pagi maupun malam. Harapannya bisa menggaet mereka yang ingin mudik atau bepergian ke Yogyakarta,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tiket ekonomi reguler sudah hampir seluruhnya habis dari jauh hari.

“Oleh karena itu kita menambah KA Ekonomi dari Stasiun Kiaracondong untuk Kereta Kutojaya Utara, Kutojaya Selatan, dan juga Pasundan. Untuk ke Jakarta pun kami menambah satu KA Parahyangan,” pungkasnya.

Pewarta : Adi