Kota Bandung, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memberantas bank gelap, pinjol ilegal, dan judi online, khususnya di Jawa Barat.
Penegasan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae, usai Pengukuhan Darwisman sebagai
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat menggantikan Imansyah.
Pengukuhan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (25/3/2025).
Dian mengatakan, permasalahan bank gelap, pinjol ilegal, dan judi online harus menjadi perhatian OJK Jawa Barat.
“Arahan dari Pak Gubernur terkait pemberantasan bank informal dan pinjol, ini harus jadi prioritas,” ujar Dian.
Ia mengakui tidak mudah memberantas ketiga hal tersebut, khususnya pinjaman yang dilakukan secara online.
“Tidak gampang memberantas ini karena dilakukan secara online. Tapi ini jadi isu yang akan jadi prioritas Pak Darwisman di Jabar, yang tantangannya cukup besar karena populasinya besar, karena itu kerja sama dengan berbagai pihak menjadi penting,” ujarnya.
OJK dikatakannya telah menindak banyak pinjol di Jabar, termasuk di antaranya menutup 10 ribu rekening yang terlibat judi online.
“Yang ilegal sudah banyak yang kita tutup dan hampir menutup 10 ribu rekening karena permainan judol,” ujarnya.
Sementara itu Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, kunci dari pemberantasan bank gelap, pinjol ilegal, dan judi online ialah kolaborasi dan sinergi.
“Sistem pemantauan akan terus kita jalankan, para pelaku juga akan diberikan tindakan tegas sesuai kewenangan. Dan tidak kalah penting lagi ialah memberikan edukasi, literasi kepada masyarakat,” tutur Darwisman.
Menurutnya perlu dilakukan sosialisasi secara masif untuk memberikan pemahaman, literasi, pendidikan kepada masyarakat, atas dampak luas dari bank gelap, pinjol ilegal, dan juga judi online.
“Dan ini bukan hanya dilakukan oleh OJK sendiri, ini adalah tugas kita bersama,” ungkapnya.
“Tentunya nanti kami OJK akan memfasilitasi, menggandeng semua stakeholder dan pemerintah, bagaimana kita melakukan sosialisasi secara masif ke seluruh komponen masyarakat di Jabar, untuk memberikan pemahaman tentang bahayanya judi online,” imbuhnya.
Di saat yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta OJK Jabar, lebih galak lagi menertibkan pinjol nakal dan ilegal yang merugikan masyarakat.
Tidak hanya itu, Dedi juga mengajak OJK menertibkan lembaga financing non – perbankan seperti koperasi simpan pinjam (kosipa), yang operasinya sama dengan rentenir, menyasar orang-orang desa dan buruh pabrik.
Dedi Mulyadi menyebut sifat konsumtif masyarakat, menjadi penyebab banyaknya warga Jabar yang mengakses bank gelap dan pinjol.
“Itu kan bisa dikategorikan pidana kalau bank gelap, namanya kejahatan perbankan. Bisa kita berantas asal semuanya kompak,” ujar Dedi.
Menjelang Lebaran, Dedi mengaku khawatir pada momen ini banyak masyarakat yang meminjam uang dari bank gelap dan pinjol ilegal.
Dedi menghimbau masyarakat untuk fokus pada makna Idulfitri ketimbang membeli barang baru demi gaya hidup.
“Susah melarang orang pinjam, yang paling utama adalah jangan konsumtif, sederhana saja, kalau tidak punya uang jangan memaksa. Jangan sampai ingin Lebaran dengan penuh sukacita tetapi setelahnya mengalami derita,” tuturnya.
Dedi berharap pergantian kepala OJK Jabar menjadi momentum dalam memberantas bank gelap dan pinjol ilegal di Jabar.
“Pengukuhan ini mengingtkan kita akan problem perbankan di Jabar, mari kita perkuat kolaborasi untuk memberantas bank gelap dan pinjol,” pungkas Dedi.
Pewarta : Adi
Editor : Afrida






