Di Akhir Masa Jabatannya, Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin Mewisuda 2.395 Lulusan Program D3 Hingga S3

Kota Bandung, BriliaNews.com – Memasuki akhir masa jabatannya, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., MA. mewisuda 2.395 lulusan dalam Wisuda Gelombang II UPI Tahun 2025 di Gedung Gymnasium UPI.

Para wisudawan tersebut terdiri atas lulusan program D3 (2 orang), D4 (14 orang), S1 (1.910 orang), S2 (322 orang), dan lulusan S3 (147) orang, termasuk
lulusan internasional dari Libya (S2- Prodi Manajemen), Filipina (S3-Pendidikan Olahraga) dan dari Prancis (S2- Pendidikan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing).

“Ini adalah wisuda terakhir saya sebagai Rektor. Inshaallah nanti pada 16 Juni akan ada pelantikan Rektor UPI yang baru,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Solehuddin mengungkapkan, Wisuda Gelombang II ini dilaksanakan dalam dua hari pada 11-12 Juni 2025, yang terdiri atas lulusan dari kampus utama UPI dan kampus daerah, seluruhnya akan diwisuda di kampus utama UPI Jl. Setiabudhi 229 Kota Bandung.

Pada hari pertama, para wisudawan berasak dari Kampus UPI di Cibiru, Kampus UPI di Serang, Fakultas Pendidikan, FPOK, FPEB, Sekolah Pascasarjana, serta Kampus UPI di Tasikmalaya.

Baca Juga  Sekolah di Kota Bandung Wajib Terapkan Penggunaan Masker Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau

Solehuddin berharap para wisudawan bisa terus eksis di dalam kehidupannya masing-masing, sebab perubahan jaman betul-betul tidak terprediksi. Banyak perubahan yang luar biasa, termasuk kompetisi dan tantangan pun luar biasa.

“Oleh karena itu saya berharap lulusan ini tidak sekedar menguasai teori dan pengetahuan, namun harus bisa mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya adaptif terhadap perubahan dan siap memberikan kontribusi terhadap kehidupan nyata di lapangan,” tuturnya.

“Dan terlepas profesinya apapun, saya harap tetap memberikan dampak dan kontribusi yang positif terhadap permasalahan dan pembangunan bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Majelis Amanat UPI Komjen. Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna dalam sambutannya dibacakan Sekretaris Majelis Wali Amanat UPI Prof. Dr. Riandi mengingatkan, gelar akademik ini termasuk dalam kekuatan IQ, namun belum cukup untuk memperoleh keberhasilan di dunia nyata.

Baca Juga  Presiden RI Joko Widodo Resmikan Terminal Leuwipanjang

Dibutuhkan juga Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional, sebagai modal utama untuk membangun kepercayaan, membina hubungan serta menjalin networking dan sinergi.

“Tanpa EQ, gelar bisa membuat jarak bukan jembatan,” jelasnya.

Selain itu dibutuhkan pula Spiritual Quotient (SQ – kecerdasan spiritual), sebagai bekal hidup abadi setelah dunia ini, serta Fitness Quotient (FQ – kecerdasan fisik), yaitu kemampuan menjaga fisik dan kesadaran jasmani. Karena sehat adalah modal awal untuk berkarya dan melayani.

Dan yang tak kalah penting, hidup ini bukan kompetisi ego, tapi jalan pengabdian dan kebermaknaan. Jadilah insan berilmu yang guyub, peka sosial, dan hadir untuk memberi manfaat.

“Bawalah gelar kalian dengan rendah hati, dengan tekad untuk berkontribusi bukan sekedar berprestasi. Jadilah bukan hanya lulusan yang dicatat di ijazah, tapi alumni yang hidupnya dicatat dalam sejarah,” tegasnya.

Pewarta : Adi
Editor : Afrida