Israel Serang Ibukota Iran, Fasilitas Nuklir dan Militer Jadi Target

BriliaNews.com – Kondisi Timur Tengah terus memanas pasca serangan Israel ke Ibukota Iran, Tehran, Jumat pagi (13/6/2025) waktu setempat.

Dikutip dari Apnews, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, target serangan merupakan pusat fasilitas pengayaan di Natans dan fasilitas program misil balistik, serta para ilmuan dan pejabat nuklir terkemuka Iran.

Hal ini dipicu oleh signifikannya kemajuan program nuklir Iran di Tehran.

Netanyahu kemudian mengungkapkan pernyataan yang mengindikasikan serangan ini bukanlah yang terakhir.

Baca Juga  Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Taiwan, 57 Luka-Luka dan 4 Meninggal

“Kami akan mencetak prestasi lebih banyak,” tegasnya.

Sementara itu Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan Irael memiliki hak dan kewajiban untuk mempertahankan negaranya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Iran kerap kali memperkeruh suasana di Timur Tengah. Ia berharap serangan pada Jumat ini dapat mengubah arah kebijakan regional ini menuju masa depan yang damai.

Berdasarkan informasi dari televisi pemerintah Iran, serangan tersebut menewaskan Kepala Staff Angkatan Bersenjata Iran Jendral Mohammad Bagheri.

Serangan tersebut juga menewaskan pejabat militer dan juga ilmuan pada berbagai lokasi di Iran.

Baca Juga  Arab Saudi: Lebih dari 1.000 Orang Wafat Pada Ibadah Haji Tahun 2024

Pemimpin Suprim Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, Israel akan mendapatkan “hukuman berat” atas serangan ke negaranya.

Melalui siaran berita pemerintah IRNA, Khamenei juga mengkonfirmasi tewasnya pejabat tinggi militer dan ilmuan dalam serangan tersebut.

“Israel membuka tangannya yang jahat dan berlumuran darah untuk melakukan kejahatan pada negara kita tercinta, mengungkapkan jati dirinya yang jahat dengan menyerang daerah pemukiman,” pungkasnya.

Editor : Adi