Farhan Sebut Pendeta Penyampai Pesan, Pemimpin Moral dan Sosial

Kota Bandung, BriliaNews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, peran pendeta di tengah masyarakat sangatlah penting, tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai pemimpin moral dan sosial yang berani menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kasih Tuhan.

“Pendeta bukan hanya penyampai pesan di atas mimbar, tetapi pemimpin moral dan sosial yang diutus untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kasih Tuhan di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Farhan saat menghadiri Rapat Pendeta HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy Tahun 2025 di Bandung, Senin (4/8/2025).

Farhan menyebut pentingnya peran gereja dan para pendeta dalam membangun peradaban yang bermartabat.

Nilai-nilai etika, empati, dan kemanusiaan harus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Dampak Hujan Deras Guyur Kota Bandung, Tim Gabungan Tangani 31 Pohon Tumbang dan Tanggul Jebol

“Bandung sebagai kota besar tentu punya dinamika sosial yang tinggi. Ada lima isu serius yang kami hadapi bersama, yaitu korupsi, perjudian dan narkoba, perdagangan manusia, kerusakan lingkungan, serta disintegrasi sosial. Ini semua saling berkaitan dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari para pemuka agama seperti pendeta HKBP, sangat dibutuhkan.

“Peran pastoral yang profetik sangat strategis. Gereja bisa menjadi motor penggerak transformasi sosial. Kami menyambut baik keterlibatan gereja dalam perjuangan melawan berbagai penyakit sosial,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, Kota Bandung sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas iman dan lintas sektor demi membangun masyarakat yang lebih adil, bersih, dan beradab.

Baca Juga  Kemenag Jabar Akan Bangun Taman Edukasi Kerukunan Beragama

Sementara itu, Ketua Persatuan Gereja Indonesia Wilayah Jawa Barat (PGIW Jabar), Pdt. Paulus Wijono menuturkan, pendeta memiliki peran penting dalam menentukan arah gerak gereja, serta dalam merespons berbagai isu strategis di tengah masyarakat.

“Pertemuan ini adalah momentum penting bagi para pemimpin gereja. Saya percaya, dari sinilah akan lahir program-program nyata yang menjawab tantangan zaman. Kita siap bergerak dalam semangat kesatuan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menyatakan kesiapan gereja untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat sipil demi menciptakan masa depan yang lebih harmonis dan penuh kepedulian.

(Adi)