Kupang, NTT, BriliaNews.com – Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja Reses ke Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Oelpuah Kupang, Nusa Tenggara Timur, guna meninjau kesiapan pasokan energi serta menggali potensi dan pengelolaan energi baru dan terbarukan di wilayah ini, Senin (11/8/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, bersama jajaran anggota Komisi XII. Hadir pula Direktur Utama SEI, I Made Sandika Dwiantara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, serta perwakilan mitra strategis dari PT PLN (Persero), PT Sokoria Geothermal Indonesia, PT Geo Dipa Energi, dan PT Pertamina Geothermal Energi.
Direktur Utama SEI, I Made Sandika Dwiantara, pada kesempatan itu memaparkan gambaran umum PLTS Oelpuah Kupang, salah satunya terkait lama operasi PLTS ini yang telah mencapai sembilan tahun dan menjadi salah satu proyek strategis penyediaan energi bersih di NTT.
“Hingga saat ini, PLTS telah beroperasi selama 9 tahun, membuktikan komitmen kami dalam menyediakan pasokan energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan potensi besar NTT sebagai sentra energi surya nasional.
“NTT sangat ideal karena curah matahari dan tingkat iradiasi di sini sangat tinggi. Indonesia sangat membutuhkan ini. Ke depan, nasib bangsa salah satunya ada di tangan NTT. Kita akan kembangkan wilayah ini menjadi pusat panel surya, terlebih sudah ada studi komprehensif sebelumnya,” ujarnya.
Komisi XII DPR RI berharap agar NTT dapat menjadi role model pengelolaan energi surya di Indonesia.
“Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan kerja sama lintas sektor, NTT diharapkan mampu menjadi pusat produksi energi bersih yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menopang ketahanan energi nasional,” pungkas Sugeng.
Usai peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab di ruang pertemuan. Dalam diskusi tersebut, para pihak menyampaikan komitmen bersama untuk memperkuat pengembangan EBT di NTT, sekaligus mendorong investasi dan inovasi teknologi.
(Adi)






