Komisi III DPRD Jabar Sebut BIJB Kertajati Perlu Pembenahan Secara Komprehensif

Kota Bandung, BriliaNews.com – Komisi III DPRD Prov. Jabar menilai, PT.Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) perlu melakukan pembenahan secara komperhensif, agar dapat memaksimalkan operasional bandara.

Ketua Komisi III H. Jajang Rohana, menegaskan Komisi III berharap, PT.BIJB bisa keluar dari segala permasalahan yang dihadapi dan operasionalnya dapat berjalan dengan normal seperti bandara pada umumnya.

Pasalnya, Bandara BIJB Kertajati diproyeksikan untuk menerima penerbangan, baik dari maskapai domestik maupun internasional.

“Komisi III sudah melihat dan mendengar secara langsung permasalahan yang di hadapi oleh PT.BIJB, langsung dari jajaran direksi BIJB. Kami mendorong agar PT.BIJB bisa keluar dari segala permasalahan yang dihadapi dan operasionalnya bisa berjalan seperti bandara- bandara lainnya,” ujar Jajang.

Baca Juga  Amanda Soemedi : Berkreasi di Bidang Olahraga, Junjung Tinggi Sportivitas

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Jajang Rohana, di Bandung, Jumat (3/10/2025), usai melakukan kunjungan kerja ke PT.BIJB di Kabupaten Majalengka beberapa hari lalu.

Jajang mengungkapkan Komisi III sedang membahas Rancangan KUA-PPAS dan menyetujui untuk tahun ini dan tahun depan, akan ada penyertaan modal untuk PT.BIJB sebesar Rp150 Miliar.

Penyertaan modal ini dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025 sebesar Rp50 Miliar dan sisanya Rp100 miliar di APBD tahun 2026, untuk menghidupkan kembali Bandara BIJB Kertajati Jawa Barat.

“Jadi, untuk mengatasi permasalahan kompleks yang dihadapi BIJB, telah disetujui penyertaan modal sebesar Rp150 miliar. Tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp 50 miliar untuk menutupi operasional. Namun masih belum bisa berjalan, maka akan ditambahkan lagi 100 milliar pada tahun depan untuk pengembangannya,” ungkap Jajang.

Baca Juga  HUT ke-62, Yonzipur 9/1 Kostrad Gelar Lomba Memasak

Dengan adanya penerbangan yang beroperasi, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik.

Salah satu upaya yang harus dilakukan, melalui promosi dan pemberian diskon atau subsidi tiket untuk masyarakat, agar menggunakan fasilitas Bandara Kertajati.

Dengan begitu, Bandara Kertajati yang diharapkan bisa menopang sarana transportasi udara di Jawa Barat bisa memberikan hasil maksimal, karena saat ini penerbangan yang ada hanya satu yaitu Penerbangan Internasional menuju Singapura.

“Tentunya kami berharap Bandara Kertajati dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap PAD Jawa Barat, sebagai BUMD yang seharusnya diunggulkan,” ucap Jajang.

(Adi)