177 Titik Jalur Rawan Harus Jadi Perhatian Utama PT. KAI agar Masa Angkutan Nataru 2025/2026 Lancar Dan Aman

BriliaNews.com – Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus mengatakan, manajemen KAI wajib memastikan keamanan seluruh titik rawan yang berada di sepanjang jalur Kereta api di Jawa dan Sumatera.

Di sepanjang jalur KA tersebut tersebar di 177 titik, terdiri atas 110 lokasi di pulau Jawa dan 67 lokasi di Sumatera.

Seluruh titik rawan tersebut, harus menjadi perhatian utama pemantauan, supaya masa angkutan Nataru 2025/2026 berlangsung lancar, aman dan selamat.

“Titik-titik tersebut agar dimitigasi, diawasi, serta fokuskan pada pencegahan, sehingga secara dini dapat terdeteksi jika terjadi potensi gangguan pada perjalanan KA terutama yang berisiko mengalami tanah longsor, ambles, banjir, dan pergeseran tanah saat musim hujan seperti sekarang ini” ungkap Joni.

Lebih lanjut Joni menyarankan supaya KAI secara intensif melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi jalur rel, jembatan, terowongan dan perlintasan, sebab hal tersebut sangat krusial bagi keamanan perjalanan KA.

Berdasarkan data dari Badan meteorologi dan geofisika (BMKG), puncak musim hujan tahun 2025-2026 diprakirakan terjadi pada bulan Desember, Januari, Februari. Itu berarti masa angkutan Nataru pada kereta api yang ditetapkan selama 18 hari mulai dari 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 , akan berlangsung di puncak musim hujan.

“Maka dari itu KAI mesti melakukan Langkah-langkah antisipatif karena faktor keselamatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir, sebab masa libur panjang Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian, berkumpul dengan keluarga atau meningkatkan aktivitas usaha,” ucap Joni.

Baca Juga  Mulai 1 Februari 2025, KAI Daop 2 Bandung Sediakan 3 Kali Perjalanan dari Bandung Tujuan Cirebon dan Semarang

Disisi lain Joni memberikan apresiasi kepada KAI Group, karena pada penyelenggaraan masa angkutan nataru 2025/2026 terjadi peningkatan kapasitas angkut yang signifikan. Tahun ini, KAI Group menyediakan kapasitas angkut sebesar 49.635.448 tempat duduk, meningkat 8,6 persen dibanding tahun sebelumnya, serta total 40.493 perjalanan kereta api

“Dengan adanya peningkatan kapasitas angkut ini, masyarakat jadi lebih leluasa dalam merencanakan liburan di masa Nataru, dan ini menunjukan komitmen KAI semakin baik dalam melayani masyarakat,” imbuh Joni

“Kami juga mengapresiasi layanan KAI yang semakin meningkat di masa Nataru tahun ini seperti adanya program motor gratis, pemberikan diskon harga tiket sebesar 30 persen untuk perjalanan kelas ekonomi komersial, dan penyediaan KA tambahan. Namun di atas semua itu keselamatan tetaplah yang utama, sebab hakikatnya bisnis perkeretaapian adalah bisnis keselamatan dan pelayanan,” tegas Joni Martinus.

Seperti diketahui pada selasa (25/11/2025) Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menggelar Press Conference Persiapan Angkutan Nataru 2025/2026 di hall Stasiun Gambir, Jakarta.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Rel di Petak Jalan Warung Bandrek - Bumiwaluya Berhasil Diamankan

Pada kesempatan tersebut Dirut KAI menyampaikan dimasa Nataru frekuensi perjalanan KA naik 2,6% menjadi 40.493 perjalanan, dengan penambahan kereta antar kota sebanyak 54 kereta per hari.

Bobby menjelaskan, kapasitas angkut KAI induk yang terdiri dari kereta jarak jauh dan kereta lokal untuk periode Nataru 2025/2026, mencapai 3,5 juta tempat duduk. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kapasitas angkut kereta rel listrik (KRL) Commuter Line mencapai 40,6 juta tempat duduk. Adapun kapasitas angkut KA Bandara mencapai 487.728 tempat duduk dan LRT Jabodebek 4,4 juta tempat duduk .

KAI juga meningkatkan kapasitas angkut KA Wisata sebanyak 176 persen menjadi 20.736 dibandingkan pada tahun lalu yang mencapai 7.400 tempat duduk. Kemudian, kapasitas angkut LRT Sumatera selatan mencapai 585.000 tempat duduk.

Bobby menyatakan KAI memastikan seluruh sistem pelayanan, operasional, dan keselamatan berada dalam kondisi siap menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Untuk mendukung kelancaran operasional, KAI mengerahkan 2.483 petugas tambahan yang mencakup pemeriksa jalur, penjaga perlintasan, petugas keamanan, layanan pelanggan, dan kebersihan.

Bobby menambahkan bahwa pada sisi pelayanan pelanggan, KAI menambah 170 Customer Service Mobile (CSM) serta lebih dari 400 petugas kebersihan di stasiun maupun kereta.