Kota Bandung, BriliaNews.com – Ditengah efisiensi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat berkurangnya APBD di tahun 2025 dan 2026, Sekretariat DPRD Jawa Barat mengambil langkah konkret untuk menjaga kinerja dan pelayanan publik tetap optimal sesuai anggaran.
Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dr. H. Dodi Sukmayana mengungkapkan, berbagai inovasi diterapkan agar birokrasi tetap efisien, transparan, dan berdampak nyata.
Dalam hal ini, Sekretariat DPRD Jabar menerapkan kebijakan efisiensi mulai November 2025, sebagai tindak lanjut dari penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang menurun di tahun 2026 sebanyak Rp 2,4 triliun.
“Langkah ini dilakukan agar layanan dan dukungan terhadap DPRD tetap optimal, meskipun anggaran mengalami penyesuaian,” tuturnya, Jumat (15/11/2025).
Dodi mengungkapkan sejumlah langkah diterapkan, untuk menekan pengeluaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
“Salah satunya pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan listrik gedung. Kemudian ada juga optimalisasi jaringan Diskominfo sebagai pengganti layanan internet berbayar,” ungkapnya.
Selain itu, DPRD Jabar juga menerapkan WFH (Work From Home) bergilir bagi 133 ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.
Kemudian penyesuaian anggaran rapat dan jamuan dari Rp 11 miliar menjadi Rp 2 miliar untuk tahun 2026. Terakhir DPRD Jabar juga melakukan penghematan biaya listrik dari Rp 120 juta menjadi di bawah Rp 70 juta per bulan.
“Efisiensi bukan berarti menurunkan kualitas kerja, tetapi menjadi tantangan untuk bekerja lebih kreatif dan hemat,” pungkas Dodi.
(Adi)






