Bio Farma Dan POGI Gelar Vaksinasi Hpv Massal Untuk 500 Perempuan Indonesia

Jakarta, BriliaNews.com – Dalam momentum peringatan Hari Ibu, PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), menyelenggarakan Vaksinasi HPV Massal: Perlindungan 500 Perempuan Menuju 500 Tahun DKI Jakarta di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini menargetkan 500 perempuan dewasa muda di DKI Jakarta dan diusulkan untuk mencatatkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai vaksinasi HPV serentak terbanyak untuk kelompok usia tersebut.

Ketua Umum PP POGI, Budi Wiweko menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendorong pencegahan kanker serviks secara masif dan berkelanjutan melalui pelaksanaan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) serentak, sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa kesehatan perempuan merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang digagas oleh POGI.

Baca Juga  Hari Koperasi ke 76, Pemdaprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota

“Vaksinasi HPV massal ini menjadi wujud nyata komitmen SPRIN dalam memberikan perlindungan menyeluruh, terhadap kesehatan reproduksi perempuan Indonesia melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis kolaborasi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal menegaskan komitmen Bio Farma, sebagai BUMN Kesehatan dalam memperluas akses layanan kesehatan masyarakat khususnya bagi perempuan.

“Sebagai BUMN Kesehatan, Bio Farma memiliki mandat strategis untuk menjaga ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional.

Pada kegiatan ini, Bio Farma berkontribusi melalui penyediaan vaksin HPV kuadrivalen Nusagard yang memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18, tipe yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

Baca Juga  Hadapi Konflik Timur Tengah, Pakar Imbau Warga Tak Panik Soal BBM

Data nasional menunjukkan bahwa setiap sekitar 25 menit, satu perempuan Indonesia meninggal akibat penyakit ini, meskipun hingga 90 persen kasus kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini.

Kamelia juga mengatakan, kolaborasi Bio Farma dan POGI ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan peran perempuan.

Ia menegaskan, Bio Farma tidak hanya berperan sebagai penyedia produk kesehatan, tetapi juga sebagai BUMN yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Sejak 2016, Bio Farma secara konsisten berkontribusi dalam program pencegahan kanker serviks nasional melalui penyediaan vaksin HPV untuk program imunisasi, serta dukungan reagen dan alat kesehatan untuk program deteksi HPV DNA di Indonesia,” tutupnya.

(Adi)