DPRD Jabar Dorong Pemkot Bandung Atasi Persoalan Air Bersih dan Sampah di Kecamatan Panyileukan

Kota Bandung, BriliaNews.com – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Nasional Demokrat, Drs. Mamat Rachmat, menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengelolaan sampah merupakan layanan dasar yang wajib dipenuhi Pemerintah Kota Bandung.

Hal ini ia sampaikan menanggapi keluhan sejumlah warga RW 04, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, dalam kegiatan reses masa sidang I (2025–2026) yang digelar baru-baru ini.

Ia menyampaikan, keluhan masyarakat terkait persoalan air bersih yang sudah berlangsung cukup lama.

Debit air PDAM Tirta Wening di wilayah tersebut sangat kecil, terutama pada jam-jam kebutuhan tinggi seperti pagi dan sore hari.

Meski sudah berkali-kali dilaporkan kepada aparat kewilayahan dan manajemen PDAM, perbaikan belum juga dirasakan.

Baca Juga  Susi Air Resmi Layani Bandung-Yogyakarta PP, Farhan: Awal Reaktivasi Bandara Husein sastranegara

“Permasalahan debit air PDAM yang sangat kecil ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Warga sudah menyampaikan keluhan ke aparatur wilayah dan PDAM, tetapi belum ada peningkatan,” ungkap Mamat.

Selain air bersih, pengelolaan sampah juga menjadi sorotan utama. Warga menilai sarana yang tersedia masih minim, sehingga tidak mendukung optimalisasi bank sampah.

“Warga RW membutuhkan tempat sampah terpilah dan alat pendukung. Pengelolaan sampah masih belum optimal,” tuturnya.

Mamat mengatakan, warga RW 04 juga menyampaikan beberapa aspirasi tambahan, seperti pemasangan CCTV di jalur masuk lingkungan untuk meningkatkan keamanan, permintaan pelatihan kerja, dukungan bagi penyandang disabilitas, serta perbaikan fasilitas olahraga yang telah rusak.

Menanggapi hal ini, Mamat Rahmat menegaskan bahwa pemerintah wajib memastikan layanan dasar berjalan dengan baik dan tidak boleh ditunda.

Baca Juga  Jabar Perkuat Pembangunan Infrastruktur Air

“Air bersih dan sampah adalah layanan dasar. Penanganannya harus cepat agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan diteruskan kepada pihak terkait sesuai kewenangannya.

“Kami akan menyampaikan ini kepada PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, Dishub, dan Dinas Pendidikan untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Mamat mengatakan, kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan di tingkat kelurahan, sehingga pemerintah kota dapat segera mengambil langkah konkret.

“Warga berharap tindak lanjut nyata segera terlihat, terutama terkait air bersih dan pengelolaan sampah yang sangat mendesak,” pungkasnya.

(Adi)