Kota Bandung, BriliaNews.com – Pemerintah tahun ini menargetkan penempatan 500 lulusan SMK di luar negeri dan satu juta lulusan pada 2026.
Sementara Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, pada minggu kedua Desember 2025
akan memberangkatkan peserta pertama program SMK Go Global.
Hal itu disampaikan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dalam kunjungan kerjanya ke SMKN 1 Kota Bandung, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan,
pasar kerja global menuntut standar baru. Karena itu, kurikulum, kompetensi, hingga kesiapan siswa bekerja di luar negeri harus kita benahi dari hulu sampai hilir,” ujar Muhaimin.
Untuk itu, tegas Muhaimin perlu dilakukan pembenahan pendidikan vokasi secara menyeluruh.
“Kita terus kuatkan kecakapan atau skill dan bahasa, agar bisa mengisi peluang-peluang kerja yang terbuka di luar negeri,” kata Muhaimim Iskandar.
Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan, Jawa Barat (Jabar) siap menjadi laboratorium nasional bagi pengembangan SMK berkelas dunia yang mampu melahirkan talenta siap bersaing di pasar global.
Kesiapan tersebut didukung oleh keberadaan 2.098 SMK dengan total 1,02 juta siswa, menjadikan Jabar sebagai salah satu kantong pekerja migran terbesar kedua di Indonesia.
“Jawa Barat siap menjadi laboratorium nasional untuk pengembangan SMK kelas dunia yang tidak hanya unggul di lokal, tetapi juga melahirkan talenta global,” ujar.
Program SMK Go Global yang diinisiasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi model dalam penerapan pendidikan vokasi berstandar internasional.
Program ini bertujuan memperluas jejaring global serta mempersiapkan lulusan SMK memasuki pasar kerja dunia.
“Program ini bukan sekadar membuka peluang kerja, tetapi membangun pengalaman global bagi anak-anak kita,” kata Erwan.
Untuk mempercepat implementasi program, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat mengumpulkan 507 kepala sekolah SMK se-Jabar di Aula SMKN 1 Kota Bandung.
Pertemuan ini membahas strategi penguatan lulusan vokasi, agar mampu memenuhi kebutuhan kompetensi pasar kerja internasional.
(Ida)






