OJK Jabar Dorong Penguatan Klaster Ekonomi Unggulan dan Kemandirian Pangan di Kabupaten Pangandaran

Kab. Pangandaran, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis klaster, sesuai potensi unggulan kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono awal bulan ini.

Pada pertemuan tersebut Darwisman menyampaikan, pembangunan ekonomi daerah perlu diakselerasi dari penguatan secara ekonomi atas komoditas unggulan dan karakteristik lokal.

Melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) OJK Provinsi Jawa Barat telah menetapkan komoditas prioritas Sapi Perah, Domba Garut, Pisang Cavendish, dan Nanas Madu, berdasarkan kelayakan investasi, keberlanjutan, serta potensi dampak ekonomi yang luas.

“Program klaster ekonomi komoditas unggulan dirancang untuk memastikan tiap daerah tumbuh sesuai keunikannya. Dengan memperluas akses keuangan yang inklusif serta membangun ekosistem pembiayaan yang kuat, kami mendorong pelaku usaha lokal agar naik kelas dan memiliki daya saing berkelanjutan, ” ujarnya.

Ia menekankan penguatan ekosistem pembiayaan bagi peternak dan petani melalui optimalisasi KUR, penjaminan kredit, asuransi pertanian/peternakan, dan skema kemitraan off-taker.

Baca Juga  Libur Panjang Hari Raya Waisak, Pengguna KA Daop 2 Bandung Meningkat 45%

“Kami berharap instrumen-instrumen penguat ini, menjadi model yang efektif untuk meningkatkan kapasitas usaha sektor pangan,” ucap Darwisman.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pangandaran
Ino Darsono
menyebut pentingnya implementasi Program MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai pendorong kemandirian pangan daerah.

Ia menekankan bahwa kebutuhan dapur dan logistik makanan, tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar Pangandaran. Kebutuhan untuk mendukung program MBG harus memprioritaskan para pelaku pertanian dan peternakan lokal sebagai pemasok utama, demi menjaga kemandirian dan kedaulatan pangan masyarakat Pangandaran.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai agregator dan penggerak rantai pasok pangan lokal.

‘Melalui penguatan kelembagaan koperasi, petani dan peternak kecil diharapkan memperoleh kepastian pasar, harga yang wajar, serta akses kemitraan yang lebih kuat,” ujarnya

Baca Juga  Libur Nataru 2023/2024, Lebih Dari 10.000 Tiket KA Jarak Jauh Telah Terjual Per 11 November

Lebih lanjut, Ino Darsono menekankan urgensi membangun kesadaran kemandirian masyarakat dan memperluas lapangan kerja produktif di sektor pertanian, peternakan, dan industri pangan.

“Kami mengajak generasi muda Pangandaran untuk terjun ke sektor pertanian, dengan meningkatkan kompetensi, memanfaatkan sumber daya alam daerah, serta menyiapkan diri sebagai pelaku ekonomi masa depan yang produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, Lembaga Jasa Keuangan, dan masyarakat, dapat mempercepat akses keuangan, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Dukungan terhadap Program MBG, penguatan klaster komoditas unggulan, serta pemberdayaan koperasi desa, diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi Pangandaran dalam jangka panjang,” pungkasnya.

(Adi)

OJK Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomin dan keuangan yang sehat melalui edukasi, perluasan akses pendanaan, serta asistensi dan pendampingan berkelanjutan guna memperkuat pengembangan ekonomi daerah.