OJK Terus Dorong Pertumbuhan Kredit Jabar, Hingga Bisa Lebihi Pertumbuhan Kredit Nasional

Kab. Pangandaran, BriliaNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat, pertumbuhan kredit Jawa Barat per Oktober 2025 masih berada di kisaran 4 persen, sementara pertumbuhan kredit nasional ada di posisi 7 menuju 8 persen.

Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menegaskan, hal ini menjadi perhatian OJK dan perbankan, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa barat.

OJK dan para pemangku kebijakan menyadari, bahwa pertumbuhan kredit di Jawa barat ini akan menjadi faktor yang penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

“Kita tetap ingin berada di atas nasional. Dalam dua bulan ini, hingga Desember 2025, kami akan terus dorong peningkatan kredit di Jabar. Beberapa kali kami berdiskusi mencari solusi. Kami terus melakukan evaluasi, pertemuan secara berkala dengan perbankan bersama Pemerintah Provinsi Jawa barat,” kata Darwisman dalam paparannya pada Media Update Kantor OJK Prov. Jabar Triwulan IV Tahun 2025 di Pangandaran, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga  Pasca Bocah Tenggelam, Kolam di Masjid Al Jabar akan Dipasang Pagar Pembatas

Menurut Darwisman, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jabar harus dibarengi dengan ekspansi kredit dan penyelesaian tingginya angka NPL.

Disamping itu, melakukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya perbankan untuk memetakan persoalannya, serta terus mendorong agar kredit UMKM, dan kredit KUR di Jawa barat terus meningkat, sembari terus mendorong ekosistemnya.

OJK juga terus mendorong program-program tim percepatan akses keuangan daerah dan program pengembangan ekonomi daerah, seperti program pengembangan ekosistem komoditas susu sapi perah dan pengembangan komoditas domba melalui program Berehan.

“Kemudian ada juga beberapa komoditi lainnya, khususnya komoditi yang kita dorong untuk melakukan akselerasi dan mendukung kecukupan supply untuk program MBG di Jawa Barat,” tuturnya.

Darwisman mengatakan, mulai tumbuhnya beberapa indeks, seperti indeks daya beli, indeks persepsi masyarakat, serta indeks kemampuan ekonomi masyarakat, diharapkan dapat diiringi dengan peningkatan pemberian kredit di Jawa barat.

Baca Juga  Hari Jadi ke 79 Pemprov Jabar, DPRD Apresiasi Prestasi Provinsi

“Khususnya dalam waktu dekat ada momen Nataru 2025/2026, mudah- mudahan ini juga dapat mendongkrak tingkat konsumsi masyarakat termasuk konsumsi wisatawan yang ada di Jawa Barat,” ujarnya.

Demikian pula dengan meningkatnya kegiatan ekonomi produksi, hunian hotel, transportasi, kuliner, tempat-tempat wisata, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, akan sangat berpengaruh terhadap penarikan kredit.

Ia menambahkan saat ini ada 2 triliun lebih kredit yang sudah disetujui tapi masih undisbursed loan.

“Ini kita juga akan dorong. Mudah mudahan seiring dengan perbaikan peningkatan perekonomian Jawa Barat, kredit yang saat ini belum digunakan dapat dimanfaatkan oleh para dunia usaha. Dengan demikian, kami yakin nanti pertumbuhan ekonomi Jabar juga turut meningkat, sejalan dengan pertumbuhan kredit secara nasional,” pungkas Darwisman.

Pewarta: Adi
Editor. : Afrida