105 Pelari Ikuti Bandung Tower Run 2026

Kota Bandung, BriliaNews.com – Derap langkah para pelari menggema di tangga darurat Menara BRI, Jalan Asia Afrika, Minggu, 18 Januari 2026, menandai sejarah baru olahraga di Kota Bandung.

Untuk pertama kalinya, Bandung Tower Run 2026 digelar sebagai ajang lari vertikal di gedung bertingkat, memadukan tantangan fisik, ikon kota, dan semangat kolaborasi komunitas.

Lomba ini secara resmi dilepas oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia menyebut Tower Run sebagai terobosan olahraga yang tidak hanya unik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism Kota Bandung.

“Ini pertama kalinya Bandung punya Tower Run. Dan tentu saja, tower yang paling ikonik untuk itu adalah Menara BRI di kawasan Alun-alun,” ujar Farhan.

Bandung Tower Run 2026 menghadirkan tantangan berbeda dari lomba lari pada umumnya.

Para peserta harus menaklukkan 16 lantai tangga darurat Menara BRI, sebuah lintasan vertikal yang dikategorikan sebagai lari jarak pendek, namun menuntut kekuatan, teknik, dan stamina maksimal.

Baca Juga  Empat Daerah di Bandung Raya Dapat Tambahan Kuota Buang Sampah ke TPA Sarimukti

Benchmark waktu yang ditetapkan kurang dari tiga menit, dengan rata-rata titik kelelahan peserta berada di sekitar lantai empat. Meski demikian, tantangan inilah yang justru menjadi daya tarik utama.

Keunggulan lain dari lari vertikal ini adalah fleksibilitas cuaca.

“Hujan atau panas tidak jadi masalah. Kita tetap bisa lari karena dilakukan di dalam gedung,” ungkap Farhan.

Ajang ini digagas dan diselenggarakan oleh Pelari Segala Medan Indonesia (PSMI), komunitas yang terbilang baru, namun langsung menghadirkan program inovatif.

Bandung Tower Run dinilai mampu memperkaya ragam cabang olahraga di Kota Bandung sekaligus membuka ruang bagi eksplorasi olahraga nonkonvensional.

Sebanyak 105 pelari ambil bagian dalam edisi perdana ini, dengan rentang usia yang mencuri perhatian.

Peserta termuda berusia 14 tahun, sementara pelari paling senior berusia 76 tahun, Suratman, yang menjadi simbol bahwa olahraga tidak mengenal batas usia.

Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini melalui Dispora, KORMI, serta kolaborasi dengan BRI dan berbagai sponsor lainnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Monitor Langsung Imunisasi Difteri di Garut

Menurut Farhan, meskipun dampak ekonomi saat ini belum terasa besar, Bandung Tower Run adalah bibit penting bagi masa depan sport tourism.

“Sekarang skalanya memang masih kecil, tapi ini benih. Kalau dirawat, akan berkembang dan menguat,” katanya.

Ia menargetkan Kota Bandung ke depan menjadi salah satu dari tujuh destinasi utama sport tourism di Indonesia, dengan event-event kreatif berbasis komunitas sebagai penggeraknya.

Menara BRI memiliki kapasitas maksimal sekitar 300 peserta, dengan sistem start bergelombang. Jika jumlah peserta meningkat, waktu pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar dua hingga dua setengah jam.

“Kalau pesertanya bertambah, justru akan ada seleksi. Itu bagian dari daya tariknya,” ujar Farhan.

Saat ini, kepesertaan terbuka untuk komunitas dari berbagai daerah.

Bahkan, Pemerintah Kota Bandung membuka peluang agar ajang ini berkembang hingga tingkat internasional pada penyelenggaraan berikutnya.

“Tahun depan, kemungkinan kita buka untuk internasional,” tambahnya.

(Sri)