Bio Farma Dukung Program Vaksinasi Dengue Pertama di Kalimantan Utara

Kab. Bulungan, BriliaNews.com – PT Bio Farma (Persero) bersama Dinas Kesehatan Kalimantan Utara menyelenggarakan vaksinasi DBD di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (8/1/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 725 anak usia 9 – 13 tahun dari berbagai Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bulungan.

Vaksinasi DBD tersebut dilaksanakan atas kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara.

Vaksinasi ini juga melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan RI, Komite Nasional/Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Usman menegaskan, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menekan angka dengue dengan berbagai upaya komprehensif.

“Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue,” kata Dr. Usman.

Ia menambahkan vaksinasi merupakan salah satu strategi untuk memperkuat upaya perlindungan yang sudah dilakukan.

Baca Juga  KMPPA Tuntut Komitmen Jabar Sebagai Provinsi Layak Anak

“Program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan. Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030” imbuh Dr. Usman

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan Bio Farma sebagai produsen vaksin terbesar di Indonesia, akan memberikan perhatian-perhatian khusus terutama terkait perkembangan inovasi vaksinasi.

“Sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, Bio Farma terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah,” tegasnya.

Menurutnya, Bio Farma terus berkomitmen memastikan ketersediaan dan dukungan pelaksanaan program secara bertahap, sebagai bagian dari kontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Kegiatan ini merupakan tahap awal vaksinasi DBD yang diberikan kepada 725 anak usia 9–13 tahun atau kelas 3, 4, dan 6 pada 13 Sekolah Dasar serta kelas 7 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan.

Baca Juga  Lewat Digitalisasi, Ridwan Kamil Ingin Ekonomi Desa Meningkat

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono mengapresiasi diselenggarakannya momentum ini.

“Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Desember 2025,” kata drg. Imam.

Sebagai informasi, dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, hinggal 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue (Incidence Rate/IR: 49,16/100.000 penduduk) di Indonesia dengan kematian sebanyak 583 kasus (Case Fatality Rate/CFR: 0,42%).

Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09%.

Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81% dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

(Adi)