BMKG: Waspada Cuaca Ekstrim di Jabar 21-23 Januari 2026

Jakarta, BriliaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana” kata Faisal di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga  Pemerintah Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan,
hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan bahwa potensi hujan lebat yang menyertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian menjelang akhir Januari 2026.

Pada 21 Januari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.

Memasuki 22 Januari, potensi dampak cuaca serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, yang kemudian berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT.

Selanjutnya, intensitas cuaca ekstrem berpotensi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari.

Baca Juga  Ibadah Umrah Dibuka 8 Januari 2022, Ini Edaran Kemenag

BMKG memprakirakan wilayah Bali, NTB, dan NTT akan mengalami peningkatan curah hujan pada periode 25 – 26 Januari.

“Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di provinsi-provinsi tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul,” ujarnya.

Meski demikian, Andri menjelaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer terkini. BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara.

“Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, dan udara melalui aplikasi InfoBMKG, laman http://www.bmkg.go.id, dan media sosial resmi @infobmkg, yang diperbarui secara berkala berdasarkan analisis dan data meteorologi terbaru,” pungkasnya.

(Ida)