Cegah Stunting, Kecamatan Cicendo Bandung Luncurkan Inovasi “Gasing”

Kota Bandung, BriliaNews.com – Kecamatan Cicendo Kota Bandung meluncurkan inovasi “Gasing” (Keluarga Siap Cegah Stunting), yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura Indonesia, Senin (19/2026).

Kegiatan berlangsung di Kantor RW 03 Kelurahan Husein Sastranegara, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 34, Kota Bandung.

Program ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah kewilayahan bersama dunia usaha, dalam mempercepat penurunan angka stunting khususnya di wilayah Kecamatan Cicendo yang saat ini terus berupaya mencapai target bebas stunting.

Camat Cicendo, Siti Romlah menjelaskan, program Gasing merupakan inovasi lokal yang dikembangkan untuk memperkuat peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Baca Juga  Hari Air Dunia, Bey Machmudin: Terima Kasih Penjaga Pintu Air dan Petugas Operasi Bendungan

“Gasing ini adalah Keluarga Siap Cegah Stunting. Inovasi ini sejalan dengan Gerakan Keluarga Tanggap Stunting yang dicanangkan pemerintah pusat. Hari ini kami menerima CSR sebesar Rp25 juta dari Angkasa Pura Indonesia,” jelasnya.

Dana CSR tersebut dialokasikan untuk 27 balita sasaran stunting yang tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Cicendo.

Khusus Kelurahan Husein Sastranegara, terdapat tujuh balita penerima manfaat.

Balita sasaran akan menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan selama 56 hari berturut-turut, dengan menu bergizi lengkap dan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan.

Program ini didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung serta Puskesmas Pasir Kaliki dan Puskesmas Sukaraja.

Baca Juga  Pangdam III/Siliwangi Pimpin Upacara HUT KE-67 Menwa Mahawarman Jawa Barat

Selain itu, ASN Kecamatan dan kelurahan juga turut berkontribusi dengan memberikan PMT penyuluhan kepada 18 balita lainnya, sebagai bagian dari edukasi gizi keluarga.

Siti Romlah mengungkapkan, dari hasil validasi data terakhir, Kecamatan Cicendo menunjukkan tren penurunan stunting yang cukup signifikan.

Sekitar 10 persen balita sasaran telah dinyatakan lulus stunting karena mengalami peningkatan tinggi dan status gizi yang membaik.

“Dari total 113 sasaran, kami optimistis tahun ini jumlahnya bisa turun menjadi sekitar 93. Ini hasil kerja kolaboratif antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat,” ujarnya.

(Sri)