Caracas, Venezuela, BriliaNews.com – Amerika melakukan serangan skala besar kepada Venezuela, pada Sabtu pagi waktu setempat (3/12/2025). President Venezuela, Nicolás Maduro, telah ditangkap oleh pasukan Delta Force, dan diterbangkan keluar negara.
Dikutip dari Associated Press, operasi militer ini dilakukan setelah bebulan-bulan negara tersebut ditekan oleh Washington, terkait tuduhan Amerika terhadap Presiden Nicolás Maduro yang diduga memimpin organisasi perdagangan narkoba internasional, yang disangkal oleh Presiden Venezuela tersebut.
Hal tersebut disampaikan President Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial, beberapa jam setelah penyerangan.
Ledakan terdengar setelah suara pesawat terbang rendah menyapu langit ibukota negara, Caracas, yang kemudian diikuti oleh pernyataan pemerintahan Venezuela yang menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer.
Setelah penangkapan, belum jelas siapa yang tengah memimpin Venezuela, dan kabar terbaru keberadaan Presiden Nicolás Maduro juga belum diketahui.
“Kami belum mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Kami meminta bukti keduanya masih hidup,” pinta Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, yang berdasarkan hukum akan menggantikan Presiden Venezuela.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan, Maduro bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar Venezuela.
“Operasi ini dilakukan sesuai dengan Penegakkan Hukum Amerika Serikat. Detailnya akan dikabarkan kemudian hari,” ujar Trump dalam konferensi pers pada Sabtu pagi.
Paling tidak ada tujuh ledakan yang terdengar pada operasi di Ibukota Venezuela ini. Belum ada kabar pasti terkait adanya korban dari kedua belah pihak. Penyerangan ini sendiri hanya berlangsung selama 30 menit.
Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat telah menginstruksikan penahanan dari penerbangan komersial Amerika Serikat sebelum adanya ledakan, terkait adanya “operasi militer yang tengah berlangsung”.
Sebagai informasi, pada Maret 2020, Maduro didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan terorisme narkoba, konspirasi untuk mengimpor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak.
Editor. : Adi






