Kota Cirebon, BriliaNews.com – Panitia Khusus XII DPRD Provinsi Jawa Barat berencana akan memasukkan aspek sejarah lokal dalam naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ada penambahan lainnya yang juga akan dimasukkan ke dalam Ranperda tersebut yang saat ini tengah dibahas.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna, disela kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).
Disamping sejarah lokal, Pansus XII DPRD Jawa Barat pun akan menjadikan Perda tentang Pemajuan Kebudayaan yang dimiliki Kota Cirebon sebagai referensi dan bahan masukan berharga bagi Pansus XII DPRD Jawa Barat.
“Kota Cirebon sudah memiliki Perda tentang Pemajuan Kebudayaan. Hal ini tentu menjadi masukan penting bagi kami di Pansus XII DPRD Jawa Barat, untuk mempelajari dan dijadikan bahan perbandingan dalam penyusunan Perda di tingkat provinsi,” ungkap Buky.
Buky Wibawa menilai, Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki identitas budaya sangat kuat dan jelas.
Menurutnya, ciri khas tersebut sudah terasa sejak memasuki wilayah Cirebon, yang ditandai dengan keberadaan Gapura Candi Bentar sebagai simbol budaya.
“Identitas budaya sangat penting ketika kita memasuki suatu wilayah, karena di dalamnya mencerminkan karakter, nilai, dan sejarah masyarakat setempat. Cirebon memiliki kekuatan itu,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan gapura di perbatasan wilayah, sebagai penanda identitas budaya daerah.
Menurutnya, pembahasan mengenai keraton-keraton di Cirebon sangat menarik, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Warisan budaya tersebut dinilai penting untuk terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak usia dini.
“Keraton di Cirebon merupakan warisan budaya yang sangat bernilai dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi selanjutnya, sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat,” pungkasnya.
(Adi)






