BPS: Periode November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jabar Turun

Kota Bandung, BriliaNews.com – Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati memaparkan, per November 2025 jumlah penduduk usia kerja di Jawa Barat yaitu penduduk berumur 15 tahun ke atas, tercatat sebanyak 39,35 juta orang atau meningkat sebanyak 116,46 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Sedangkan jumlah angkatan kerja 26,63 juta orang meningkat 344,55 ribu orang dan bukan angkatan kerja 12,72 juta orang.

“Dari data angkatan kerja tersebut penduduk bekerja sebanyak 24,86 juta orang dan pengangguran sebanyak 1,77 juta orang,” ujar Margaretha Ari
pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat Kamis, (5/2/2026).

Ia mengatakan, data sepanjang Agustus 2025 hingga November 2025 terjadi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat sebanyak 349,71 ribu orang, sehingga angka pengangguran mengalami penurunan sebanyak 5.154 orang.

Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada November 2025 sebesar 67,67 persen.

Angka ini berarti terdapat 66 hingga 67 dari 100 orang penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi, baik sebagai penduduk bekerja maupun pengangguran.

“Pada Februari 2024 TPAK mencapai 67,34 persen, lalu pada Agustus 2025 turun menjadi 66,99 persen, kemudian pada November 2025 meningkat menjadi 67,67 persen. Jika kita bandingkan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 85,09 persen, lebih tinggi dibandingkan TPAK Perempuan yang sebesar 49,95%,” paparnya.

Baca Juga  Pasar Pasisian Leuweung Jadi Inspirasi Pengembangan Ekonomi Rakyat

Pada periode Agustus 2025–November 2025 juga terjadi penurunan jumlah pengangguran sebanyak 5.154 orang dari 1,78 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 1,77 juta orang pada November 2025.

Sementara itu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) November 2025 sebesar 6,66 persen atau turun sebesar 0,11 poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 6,77 persen.

Secara tren sejak Agustus 2021 TPT di Jawa Barat menunjukkan penurunan dari 9,82 persen menjadi 6,66 persen pada November 2025. Jika dirinci menurut jenis kelamin TPT laki-laki sebesar 6,78 persen dan TPT Perempuan sebesar 6,46 persen.

Dari total 24,86 juta orang penduduk bekerja sebagian besar terserap pada lapangan usaha perdagangan yaitu sebanyak 22,44 persen industri pengolahan sebanyak 18,61 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebanyak 15,43 persen.

Dari sisi perubahan penduduk bekerja, selama periode Agustus 2025 – November 2025 mencatat tiga lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar adalah yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan bertambah 99 ribu orang lebih.

Baca Juga  Perayaan Waisak di Kota Bandung dengan Semangat Moderasi dan Toleransi

Sementara itu, pendidikan bertambah 46,84 ribu orang serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum bertambah 37,98 ribu orang.

Hal ini diantaranya dipengaruhi oleh besarnya kebutuhan tenaga kerja pada kegiatan pertanian tanaman semusim, pengangkatan tenaga pendidik PPPK, serta bertambahnya lebih dari 2.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak Agustus 2025.

Sebaliknya, pada November 2025 sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan serapan tenaga kerja.

“Status pekerjaan utama penduduk bekerja didominasi status buruh/karyawan/pegawai, dengan proporsinya mencapai 41,55 persen pada November 2025, selanjutnya diikuti oleh pekerja dengan status berusaha sendiri sebanyak 23,39 persen.”, rinci Ari.

Peningkatan jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2025 – November 2025 paling banyak dari status berusaha sendiri yaitu bertambah sebanyak 162,18 ribu orang.

“Pada November 2025 proporsi pekerja informal sebesar 55,55 persen dan sisanya 44,45 persen terserap di kegiatan formal. Peningkatan proporsi pekerja informal didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status berusaha sendiri,” pungkasnya.

(Adi)