Kota Bandung, BriliaNews.com – DPRD Provinsi Jawa Barat menerima audiensi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, menyampaikan aspirasi terkait penggunaan aset provinsi yakni Gedung Pusat Pencak Silat untuk dipergunakan sebagai kampus budaya.
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengapresiasi aspirasi ini.
Menurutnya, fasilitas-fasilitas Pemprov Jabar perlu dimanfaatkan,
agar tidak terbengkalai. Untuk itu, proses ini harus secepat mungkin di eksekusi.
“Fasilitas pemerintah itu, supaya tidak jadi sarang kelelawar, harus jadi tempat berproses,” tegasnya.
Ia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jabar, ialah bekerja sama dengan kampus.
Terkait apakah fasilitas itu bisa digunakan atau tidak, Buky mengatakan perlu ada pertemuan lanjutan. Pada pertemuan tersebut, diharapkan dapat dihadiri para kepala dinas terkait, agar ada keputusan yang jelas sebagai tindak lanjut pertemuan ini.
Secara teknis, lanjut Buky, BPKAD sudah memberi lampu hijau melalui skema “Pinjam Pakai” dan Komisi 1 pun menyarankan penguatan melalui MoU.
“Kita ingin kolaborasi dengan kampus ini menjadi solusi agar fasilitas pemerintah tidak jadi monumen bisu, tapi tetap tertib secara aturan. Sebagai tindak lanjut, saya akan menjadwalkan pertemuan bersama pimpinan OPD terkait, agar ada hasil yang konkret dari pertemuan ini,” ujarnya.
Di lain pihak, Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Dr. Retno Dwimarwati mengatakan, ISBI berupaya untuk hadir di masyarakat baik sebagai pusat pertunjukan dan kajian pertunjukan maupun sebagai pusat pengembangan seni budaya.
Salah satu caranya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama yang dimiliki oleh Pemprov. Jabar.
“Ada tiga prodi yang siap untuk menggunakan Gedung Pusat Pencak Silat ini, yakni Prodi Tari, Prodi Tari Sunda dan Prodi Pencak Silat,” ujarnya.
(Adi/ adv)






