BMKG : Cuaca Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 Relatif Kondusif

Jakarta, BriliaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan perannya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan Angkutan Lebaran 2026, melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, pemantauan atmosfer secara berkelanjutan, serta langkah mitigasi cuaca ekstrem di berbagai wilayah strategis.

“BMKG harus bekerja terus dan menempatkan personel di titik-titik krusial di pelabuhan penyeberangan, terminal, bandara, dan juga di jalan tol,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani,
pada Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 (1447 H) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berlangsung kondusif, meskipun masih berada dalam fase peralihan musim (pancaroba) yang berpotensi menimbulkan hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah.

Baca Juga  Legislator Ineu Purwadewi Kunjungi Kecamatan Cisarua, Pantau Pelayanan Publik dan Serap Aspirasi Masyarakat

“Dari catatan kami, kondisi cuaca di periode mudik dan arus balik ini cukup kondusif meskipun masih dalam periode pancaroba. Jadi, masih ada potensi hujan yang disertai angin kencang di beberapa tempat,” jelas Faisal.

Sebagai upaya mitigasi cuaca ekstrem, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan serta meminimalkan potensi gangguan terhadap kelancaran arus mudik dan arus balik.

Baca Juga  Peternak Terdampak PMK di Garut Terima Dana Kerohiman

“Dari aspek kelautan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut secara umum berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1 hingga 2 meter, sehingga masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Namun demikian, dinamika atmosfer selama periode Lebaran turut dipengaruhi oleh keberadaan dua siklon tropis, yaitu Siklon Nuri di wilayah utara Papua dan Siklon Narel di Australia bagian utara,” ujarnya.

Editor :Afrida