Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Mobilitas Modern di Pusat Jakarta

Jakarta, BriliaNews.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik. Perhatian tersebut tercermin dari dorongan agar pengembangan dan penataan Stasiun Gambir terus dilanjutkan, agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.

Menurut Teddy, penguatan perkeretaapian nasional menjadi bagian penting dari agenda peningkatan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Stasiun Gambir dipandang memiliki posisi strategis, karena berada di pusat kota dan melayani mobilitas masyarakat dalam skala besar.

“Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy, Rabu (18/3/2026).

Ia menilai momentum perhatian pemerintah terhadap sektor perkeretaapian perlu dimanfaatkan, untuk mendorong Stasiun Gambir menjadi stasiun yang lebih representatif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.

Baca Juga  49.403 Tiket KA di Daop 2 Bandung Terjual pada Momen Libur HUT ke-78 Kemerdekaan RI

Dengan posisi dan perannya yang strategis, pengembangan Gambir menjadi penting, agar layanan yang hadir semakin sejalan dengan karakter kawasan pusat Jakarta.

“Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap, sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.

Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara lebih mulus. Penataan kawasan juga diarahkan agar terintegrasi dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.

Baca Juga  Tiket Diskon 30% KA Ekonomi Komersial Laris Manis, Relasi Favorit Mulai Terisi Penuh

Penataan ruang luar gedung kawasan turut dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop. Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota yang dinamis.

Urgensi pengembangan tersebut semakin terlihat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode 11 Maret sampai 1 April 2026, Stasiun Gambir tercatat menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang telah dan akan berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 214.060 pelanggan, menempatkannya dalam dua besar stasiun keberangkatan tertinggi. Sementara itu, volume pelanggan turun mencapai 186.858 pelanggan dan juga menempatkan Gambir dalam jajaran dua besar stasiun kedatangan favorit nasional. Angka tersebut masih terus bergerak seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.

(Ida)