3.078 Peserta Ikuti Hari Pertama UTBK-SNBT 2026 UPI

Kota Bandung, BriliaNews.com – Hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berlangsung lancar.

Ujian diselenggarakan serentak di 13 gedung kampus UPI maupun kampus daerah, diikuti 3.078 dari 3.160 peserta. Sedangkan 82 peserta lainnya tidak hadir tanpa keterangan.

Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi mengungkapkan, secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK di UPI berlangsung dari tanggal 21–30 April 2026 dengan dua sesi per hari, kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi.

Baca Juga  3.709 Unit Bus Pemberangkatan dari Terminal Utama se Jabar, Disiapkan Untuk Angkutan Lebaran 2022

“Berdasarkan data per 5 April 2026, total peserta mencapai sekitar 19.400 yang tersebar di berbagai kampus UPI di daerah,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).

Jumlah ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi minat calon mahasiswa terhadap UPI.

“Pelaksanaan hari pertama UTBK berjalan lancar. Kami menerapkan sistem penyaringan ganda sebelum peserta masuk ruang ujian, didukung oleh 275 pengawas serta pengamanan dan jaringan yang stabil. Indikator kelancaran kami meliputi ketepatan waktu, kesiapan infrastruktur, serta minimnya gangguan teknis,” ujar Vidi.

Ia menambahkan, UPI juga memperhatikan aspek inklusivitas dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus, termasuk tunadaksa, tunanetra, dan low vision. Dari total 15 peserta, pada hari pertama pelaksanaan, terdapat 4 orang calon mahasiswa berkebutuhan khusus yang didampingi oleh petugas terlatih dari divisi inklusi UPI.

Baca Juga  Belajar Literasi Keuangan Dengan Asik, Gunakan AI Chatbot: Ed The Learning Bot

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan yang setara. Ke depan, kami akan terus meningkatkan sistem pengawasan berbasis teknologi serta memperkuat layanan inklusif, agar pelaksanaan UTBK semakin kredibel dan adaptif terhadap perkembangan modus kecurangan,” ujarnya.

(Adi)