Ditengah Panasnya Kondisi Geopolitik Timur Tengah, Ekonomi Jabar Masih Tetap Tumbuh Solid

Kota Bandung, BriliaNews.com – Ditengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih panas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menegaskan, perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Barat, masih solid dan terus tumbuh.

Kepala OJK Jabar, Darwisman mengatakan, aktivitas kegiatan ekonomi masih tumbuh positif. Salah satunya terlihat dari kredit nasional tumbuh sangat solid, di angka 9,85 persen (yoy).

“Aset perbankan dan dana masyarakat juga masih tumbuh dengan baik, memberikan sinyal yang kuat bahwa perbankan di Indonesia masih sangat kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026,” tuturnya pada kegiatan Bancakan, Babarengan Calik Ngobrolkeun Sektor Jasa Keuangan di wilayah Kantor OJK Provinsi Jabar, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga  ASPANJI dan ABUJAPI Desak Pj. Gubernur Jabar Kaji Kembali Kepgub Tentang Dewan Pengupahan Periode 2024 - 2027

Di Jabar pun, lanjut Darwisman, sampai data terakhir per Januari 2026, perbankan dan industri keuangan masih tumbuh positif mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan belum terlihat dampak dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Walaupun lebih rendah dari pertumbuhan kredit nasional, penyaluran kredit perbankan di Jabar masih menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu sebesar 2,5 persen (yoy).

Meski demikian kata Darwisman, dalam beberapa bulan ke depan pihaknya akan mengupdate bila ada perkembangan signifikan.

“Berdasarkan data, ekonomi Indonesia masih solid. Stabilitas sistem keuangan Indonesia dan Jabar masih solid dan kondusif untuk terus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional dan Jabar,” ujarnya.

Baca Juga  PT Len Industri (Persero) Serahkan Radar GCI untuk Perkuat Pertahanan Udara Nasional

Darwisman pun mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah, melalui sistem kerja Work From Anywhere (WFA) untuk menghemat penggunaan bahan bakar.

Di daerah OJK juga mendukung pemerintah untuk mengeksplorasi, mengoptimalkan produk unggulan daerah yang berdampak cepat dan signifikan bagi masyarakat.

Ia berharap, bila program ini bisa dilakukan secara besar-besaran, dampaknya bisa mendukung perekonomian Jabar dan nasional.

“Indonesia beruntung karena kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak bergantung sepenuhnya dengan Selat Hormuz. Masih ada sumber dari negara lainnya, sehingga dampak langsungnya tidak terasa ke Indonesia. Mudah-mudahan kondisi ini masih terus berlanjut,” pungkas Darwisman.

Pewarta : Adi
Editor. : Afrida