Menhub dan Dirut KAI Takziah ke Rumah Duka Korban Bekasi Timur, Pastikan Investigasi Menyeluruh

Bekasi, BriliaNews.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan antara Kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono melakukan takziah kepada keluarga korban pada Rabu (29/4/2026).

Kunjungan diawali ke kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Usai kunjungan di Cikarang Timur, jajaran melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yaitu kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.

Pada kesempatan terpisah, seluruh Direksi KAI juga telah mengunjungi rumah duka para korban di berbagai lokasi sebagai bentuk empati dan tanggung jawab perusahaan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyerahkan santunan.

Baca Juga  Di Jabar Tercatat 25 Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

Bobby menyampaikan permohonan maaf dan duka cita kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby.

Ia menegaskan bahwa KAI tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait dan menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga korban juga menyampaikan harapan agar penyebab kejadian dapat segera diketahui. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, menyampaikan bahwa putrinya merupakan pengguna KRL dalam aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” ungkapnya.

Baca Juga  Perkuat Pertahanan Udara Indonesia, PT Len Industri Siapkan 13 Radar GCI

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang, sementara 45 orang yang mengalami luka-luka masih dalam perawatan dan 45 orang lainnya telah diperbolehkan pulang. Seluruh korban telah tertangani di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, KAI Group memberikan santunan kepada para korban, yakni sebesar Rp35.000.000 bagi korban meninggal dunia dan Rp15.000.000 bagi korban luka.

KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan akan dikelola dan dikembalikan kepada keluarga melalui posko yang telah disiapkan. Posko informasi dan layanan disiagakan di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk mendukung kebutuhan pelanggan terdampak lainnya.

(Ida)