Komisi III DPRD Jabar Dorong Bank BJB Perkuat Peran Sosial Ekonomi

Kab. Cirebon, BriliaNews.com – Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong peran Bank BJB, agar tidak hanya sebagai institusi yang menghasilkan keuntungan bagi pemerintah daerah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Rohana, S.Pd.I mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja Komisi III ke Bank BJB Cabang Sumber, Komisi III menilai kinerja Bank BJB secara umum menunjukkan tren yang positif, baik dari sisi pertumbuhan laba, aset, maupun peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit.

Komisi III juga, menekankan perlunya kontribusi nyata Bank BJB dalam membantu memberantas praktik pinjaman online ilegal (pinjol) dan rentenir atau yang dikenal dengan istilah bank emok, yang masih banyak menjerat masyarakat dengan bunga tinggi.

Baca Juga  Diskimrum Mulai Uji Coba Nyetor Sampah (Nyepah)

“Kami mendorong agar program Kredit Mesra dan dukungan terhadap UMKM terus diperkuat. Kami juga berharap Bank BJB dapat mengambil peran lebih aktif dalam memberikan alternatif pembiayaan yang sehat, sehingga masyarakat tidak lagi terjerat pinjaman dengan bunga mencekik. Ini penting agar Bank BJB benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat kecil,” ujar Jajang di Kantor Cabang BJB Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/5/2026).

Jajang menyebut, rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Bank BJB dinilai berhasil ditekan, yang mencerminkan efisiensi kinerja operasional bank.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (NPL) mengalami sedikit kenaikan, namun masih berada dalam batas aman.

“Secara umum, kami melihat kinerja Bank BJB Cabang Sumber cukup baik dan menunjukkan tren yang positif. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah,” ujar H. Jajang Rohana.

Baca Juga  Realisasi Dana CSR Jabar Tahun 2023 Naik Jadi Rp251 Miliar

Jajang mengatakan, Komisi III juga mengingatkan agar Bank BJB lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit komersial.

Sektor ini dinilai menjadi salah satu penyumbang pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) akibat kredit macet yang cukup besar.

Komisi III DPRD Jawa Barat menyarankan agar Bank BJB terus menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Cirebon dan Jawa Barat secara umum.

“Kami ingin Bank BJB tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(Adi/adv)