UPI Wisuda 1.793 Lulusan Gelombang II Tahun 2026, Perkuat Kompetensi dan Soft Skill

Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda 1.793 lulusan pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229, Bandung, Minggu (10/5/2026).

Para wisudawan tersebar di fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta lima kampus daerah UPI yakni kampus daerah UPI Cibiru, Sumedang, Purwakarta dan kampus UPI Tasikmalaya.

Mereka terdiri atas lulusan program Doktor (S3) 154 wisudawan, Magister (S2) 335 wisudawàn, Sarjana (S1) 1.292 wisudawan dan lulusan program Diploma Empat (D4) 12 wisudawan.

Pada wisuda gelombang II ini terdapat 20 lulusan dari mahasiswa asing dan 2 wisudawan disabilitas yakni dari China 1 wisudawan program S1, Ecuador 1 wisudawan program S3, 1 wisudawan S2 dari Madagascar, dan 17 wisudawan S2 dari Timor Leste. Sedang
2 wisudawan disabilitas masing- masing 1 wisudawan lulusan pogram S1 FPTI dan FPSD.

Adapun lulusan terbaik untuk jenjang S3 diraih Syarifatunnisa dari FPOK dengan IPK 4,0. Sementara jenjang S2 diraih Melda Fauzia Damaiyanti dari FPBS dengan IPK 4,0. Untuk jenjang S1 prestasi lulusan terbaik diraih oleh Sandy Sanjaya dari program studi Bisnis Digital Kampus Tasikmalaya dengan nilai IPK 3,99.

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi dalam sambutannya mengatakan, proses penilaian lulusan di UPI tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan pengembangan soft skills mahasiswa.

Baca Juga  Uji coba Jalur KA di Lintas Cibatu-Garut, Masyarakat Dapat Naik Secara Gratis tapi Terbatas

Untuk itu, mahasiswa UPI wajib mengikuti uji kompetensi pada akhir masa studi dan memiliki minimal dua sertifikat kompetensi, yaitu bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan.

“Mahasiswa juga diwajibkan memenuhi 100 poin kegiatan sebagai syarat mengikuti ujian,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa indikator “100 Poin Kegiatan” diperoleh melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik, seperti partisipasi dalam kompetisi ilmiah, seminar nasional dan internasional, publikasi ilmiah, prestasi olahraga, hingga kegiatan pengembangan diri lainnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi UPI dalam membentuk lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja.

“Yang kami bangun bukan hanya penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring, dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan harus siap berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun kewirausahaan,” katanya.

Rektor menyebut, dalam wisuda kali ini UPI juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif melalui dukungan kepada mahasiswa penyandang disabilitas.

Pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026, terdapat dua wisudawan disabilitas yang mengikuti prosesi wisuda dengan dukungan penerjemah khusus.

Wujud nyata dukungan UPI juga ditunjukkan dengan telah dimilikinya unit layanan mahasiswa disabilitas, dibawah Direktorat Kemahasiswaan bekerja sama dengan bidang bimbingan konseling dan Departemen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur aksesibilitas, petunjuk mobilitas, kebijakan akademik inklusif, serta jalur penerimaan khusus bagi mahasiswa disabilitas.

Baca Juga  13 PKL Jalan Cihapit Bongkar Lapak Secara Mandiri

“Kami tidak membeda-bedakan kesempatan bagi mahasiswa. Infrastruktur, kebijakan, hingga layanan pendampingan terus kami siapkan, agar mahasiswa disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara,” ujar Prof. Didi.

Selain penguatan kualitas lulusan, UPI juga menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam pengembangan institusi.

Pada wisuda kali ini hadir Ketua Ikatan Alumni UPI sekaligus Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia, Dr. Bakir Pasaman, yang memberikan motivasi kepada para lulusan mengenai pentingnya integritas, jejaring profesional, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja.

Prof. Didi menilai, keterlibatan alumni menjadi bagian dari strategi penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional.

“Alumni diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan kurikulum, pembukaan jejaring kerja, serta penguatan ekosistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri dan masyarakat,” ucapnya.

Terkait strategi UPI ke depan, menurut Rektor secara institusional
diarahkan pada penguatan kompetensi multidisipliner, peningkatan sertifikasi mahasiswa, pengembangan pendidikan inklusif, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai sektor.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi UPI sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan profesional yang relevan dengan dinamika global.

“Melalui Wisuda Gelombang II Tahun 2026, UPI menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak. hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan adaptasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Adi)