Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Cukup Tinggi Namun Ketimpangan Sosial Masih Lebar, Farhan : Baznas Solusinya

Kota Bandung, BriliaNews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melantik Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung Periode 2026–2031 di Pendopo, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Farhan mendorong Baznas agar dapat menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah, mengurangi ketimpangan sosial di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang terus meningkat.

Menurut Farhan, Baznas memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kota Bandung, tidak hanya dalam menghimpun zakat, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

“Tujuan Baznas ada tiga, yaitu mengurangi kemiskinan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta hadir bersama pemerintah untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata. Tiga fungsi ini harus selalu berada dalam benak para pimpinan,” ujar Farhan.

Ia mengatakan, Kota Bandung saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga  Road To Hakordia 2022, Pemkot Bandung Terus Tingkatkan Pelayanan Publik Bebas Korupsi

Namun, kondisi tersebut juga diiringi tantangan berupa ketimpangan sosial yang masih harus diatasi.

“Ketimpangan inilah yang harus diisi oleh Baznas melalui berbagai inovasi, metode, dan fokus kerja yang didasari dedikasi serta kerja keras,” katanya.

Farhan juga menilai potensi penghimpunan zakat di Kota Bandung masih sangat besar dan perlu terus dioptimalkan.

Dengan meningkatnya penghimpunan zakat, manfaat yang diterima masyarakat pun akan semakin luas.

“Kita berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan berbagai inovasi, memperkuat kepercayaan publik, serta memperluas manfaat zakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positifnya,” ucapnya.

Selain itu, Farhan mengingatkan bahwa Kota Bandung sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi juga menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya urbanisasi akibat gelombang pemutusan hubungan kerja di sejumlah daerah serta dampak penataan kawasan yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga  Realisasi Investasi Jabar Tahun 2022 Capai Rp174 Triliun

Karena itu, Baznas diharapkan mampu hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi wadah penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang ingin berbagi.

Menurutnya, Baznas juga memiliki peran penting sebagai jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, tetapi belum dapat langsung mengakses program pemerintah karena berbagai persyaratan administratif.

“Untuk itulah peran Baznas menjadi sangat penting dalam semangat bergotong royong membangun Kota Bandung yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Farhan turut mengajak para muzakki, termasuk kalangan pengusaha di Kota Bandung, untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Mari kita jadikan zakat sebagai instrumen yang tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat solidaritas, mengurangi kesenjangan sosial, serta menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

(Adi)