1.148 Mahasiswa UPI Peserta Probidik GEMA Jabar Praktik Mengajar Selama 6 Bulan di 370 SMA dan SMK

Kota Bandung, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, secara resmi melepas 1.148 mahasiswa peserta Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (Probidik) Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat (GEMA Jabar) di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Senin (13/7/2026).

Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan pendidikan melalui optimalisasi praktik mengajar mahasiswa kependidikan yang terkoordinasi dan relevan dengan kebutuhan riil sekolah-sekolah di Jawa Barat, sekaligus memberikan pengalaman profesional yang autentik bagi calon guru.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan, sebanyak 1.148 mahasiswa dari 48 program studi kependidikan, akan melaksanakan praktik mengajar selama enam bulan di 370 SMA dan SMK yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Penempatan mahasiswa dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan pembelajaran pada 45 mata pelajaran, dengan pendampingan 300 dosen pembimbing dari UPI dan 370 guru pamong di sekolah mitra. Seluruh kegiatan praktik mengajar dikonversi sebagai 20 SKS dalam kurikulum pendidikan profesi kependidikan,” tuturnya.

Pelepasan mahasiswa dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia, kepala sekolah penerima program, dosen pembimbing, guru pamong, serta mahasiswa peserta PROBIDIK GEMAJABAR.

Prof. H. Didi menjelaskan PROBIDIK GEMAJABAR merupakan implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, melalui praktik kependidikan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran di sekolah.

“Kegiatan ini merupakan gabungan dari kegiatan akademik dalam arti pendidikan dengan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa yang melaksanakan praktik mengajar tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga belajar langsung dari dinamika kehidupan sekolah sebagai bekal menjadi guru profesional,” ujar Prof. Didi.

Menurutnya, PROBIDIK menghadirkan pendekatan baru dalam pelaksanaan praktik mengajar mahasiswa.

Penempatan mahasiswa tidak lagi dilakukan secara umum, melainkan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan pembelajaran di setiap sekolah, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah, kontekstual, dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pihak.

Baca Juga  Gubernur Jabar Minta Kader PKK Sebarkan Capaian yang Telah Diraih

“Saat ini kami memiliki data kebutuhan pembelajaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Data tersebut kami padankan dengan kompetensi mahasiswa yang kami miliki, sehingga penempatan mereka lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, sementara sekolah mendapatkan dukungan akademik yang relevan,” jelasnya.

Prof. Didi mengatakan, selama enam bulan menjalankan praktik mengajar, mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung mengenai penyelenggaraan pendidikan di sekolah, mulai dari memahami budaya sekolah, mengimplementasikan kurikulum, menyusun perangkat pembelajaran, berkolaborasi dengan guru pamong, hingga berinteraksi dengan peserta didik.

Diharapkan dengan adanya pengalaman nyata di lapangan ini dapat membentuk karakter, memperkuat soft skills, dan meningkatkan profesionalisme mereka sebagai calon guru yang kelak bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rektor UPI menegaskan bahwa PROBIDIK GEMAJABAR merupakan bagian dari proses akademik yang dirancang untuk memperkuat kompetensi calon guru.

“Program ini murni merupakan kegiatan akademik. Mahasiswa melaksanakan praktik mengajar selama enam bulan yang dikonversi menjadi 20 SKS. Mereka didampingi oleh guru pamong dan dosen pembimbing agar memperoleh pengalaman profesional yang utuh sebagai calon pendidik,” tegasnya.

Prof. Didi berharap model kolaborasi antara UPI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dapat terus dikembangkan sebagai praktik baik (best practice) dalam penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang adaptif terhadap kebutuhan satuan pendidikan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman menegaskan, PROBIDIK GEMAJABAR merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 dan Jawa Barat Istimewa.

Menurutnya, bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia harus dipersiapkan melalui pendidikan yang mampu menghasilkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Pembayaran Insentif Seluruh Nakes Jabar Diselesaikan Bulan Ini

“Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan melalui Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat, merupakan kegiatan yang penting dan strategis. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik di sekolah melalui penguatan kualitas pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa UPI menjadi guru-guru masa depan yang memiliki kompetensi akademik, pengalaman lapangan, dan soft skills yang kuat,” ujarnya.

Herman menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia industri, sekolah, dan masyarakat perlu bersinergi agar generasi muda memiliki kesiapan melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun membangun usaha secara mandiri.

“Pemimpin tidak dilahirkan, tetapi dipersiapkan. Melalui pengalaman praktik mengajar selama enam bulan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan akademik sebesar 20 SKS, tetapi juga membangun wawasan, pengalaman empiris, karakter, dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menjadi pendidik yang mampu mencetak para pemimpin masa depan,” katanya.

Bagi mahasiswa, PROBIDIK GEMAJABAR menjadi ruang untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia profesi.

Di lain pihak, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi UPI, Muhammad Hasan Nasrullah, mengungkapkan bahwa program ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

“Saya ingin mengimplementasikan ilmu yang telah saya pelajari selama perkuliahan. Kami telah mempersiapkan modul ajar, strategi pembelajaran, dan berbagai perangkat yang akan digunakan selama praktik mengajar sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS UPI, Nadira Salma Ghifara, menilai program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa kependidikan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik secara langsung di sekolah.

“Program ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang telah kami peroleh selama kuliah. Sebelum penempatan, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar proses adaptasi dan pelaksanaan praktik mengajar berjalan dengan baik,” tuturnya.

(Adi)