Kota Bandung, BriliaNews.com – Sejak didirikan Juni tahun 2025 lalu, 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang sudah berbadan hukum, sebagian besar belum aktif melayani anggotanya karena berbagai alasan.
Menyadari kevakuman Koperasi tersebut, beberapa pengurus KKMP yang sangat peduli, lalu berhimpun dan membentuk Koperasi Merah Putih Kota Bandung Sekunder.
Mereka adalah Dodi Cahyadi, Sudiman Bonavarte, Imran Ramdani, Sukidi, Herjani M, Bob dan Priyatna Nitikusumah serta didukung oleh pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Erna, dengan membubuhkan tanda tangan sebagai tanda resminya pendirian Koperasi Merah Putih Sekunder Kota Bandung.
Para penggagas sepakat dan meminta Dr. Dodi Cahyadi Ketua KKMP Sukaluyu, menjadi ketua KMP Kota Bandung Sekunder, untuk masa bakti lima tahun kedepan dàn Sudiman Bonavarte sebagai Ketua Dewan Pengawas.
“Alhamdulillah melalui berbagai halangan dan rintangan dan hambatan dan bermodalkan semangat kegotongroyongan dan kebersamaan demi membantu mewujudkan kesejahteraan anggota, pada tanggal 17 Juli 2026 dihadapan Notaris DEVI ELORA,S.H., M.Kn. KMP Kota Bandung Sekunder resmi berdiri,” ujar Ketua Dewan Pengawas KMP Sekunder Kota Bandung Sudiman Bonavarte, Sabtu (18/7/2026).
Sudiman menyatakan, penetapan Dr.Dodi Cahyadi yang terpilih secara aklamasi sebagai ketua, didasarkan pada keberhasilannya memimpin dan membawa KKMP Sukaluyu dalam membangun gerai sembako serta mendapat kepercayaan dari distributor barang barang dan juga dari prinsiple.
“Sehingga anggotanya mendapatkan pelayanan kebutuhan dengan harga yang bersaing dengan mart mart yang ada,” ujar Sudiman.
Ia berharap, dengan terbentuknya KMP Kota Bandung Sekunder akan mendorong semua KKMP di kota Bandung, segera mendirikan gerai sembako.
Sudiman optimis walaupun saat pendirian baru 10 persen KKMP yang bergabung dengan KMP Kota Bandung Sekunder, 141 KKMP yang ada di kota Bandung akan segera masuk mendaftar menjadi anggota untuk memanfaatkan fasilitas layanan terutama pasokan barang-barang yang dibutuhkan oleh anggotanya.
“Kami akan segera menyosialisasikan kehadiran dan peran KMP Kota Bandung Sekunder serta manfaatnya bagi KKMP primer,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KMP Kota Bandung Sekunder Dodi Cahyadi menegaskan, bahwa Koperasi adalah badan usaha ekonomi yang berazaskan gotong royong untuk melayani anggotanya mewujudkan kesejahteraan dengan memperoleh barang yang harganya lebih murah dan usaha yang lebih mudah.
Karena itu, dengan kehadiran KMP Kota Bandung Sekunder para pengurus KKMP primer tidak perlu memikirkan modal, cukup mengajukan barang yang dibutuhkan dan segera dipasok oleh KMP Sekunder dengan cara konsinyasi.
“Silahkan mengajukan daftar kebutuhan barang, nanti barang dikirim dan bayar sesudah barang terjual,” ujar Dodi.
Kedepannya sambung Dodi, bisa saja distributor atau prinsiple yang akan mengirimkan barang ke alamat KKMP, sehingga menghemat biaya transportasi. Ini bisa dilakukan berkat kepercayaan distributor dan prinsiple kepada KMP Kota Bandung Sekunder, sehingga memotong dan memperpendek jalur distribusi.
“Dengan hadirnya KMP Kota Bandung Sekunder para distributor atau prinsiple tidak harus melayani 151 KKMP, tapi cukup dengan satu koperasi sekunder bisa melayani KKMP se Kota Bandung,” pungkas Dodi.
(SB)






