Masa Libur Sekolah Okupansi Lampaui 100 Persen, Ini 5 Kereta Api Favorit Keberangkatan Daop 2 Bandung

Kota Bandung, BriliaNews.com – Tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah, mendorong peningkatan volume pelanggan kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, sejumlah kereta api bahkan mencatat tingkat okupansi yang melampaui 100 persen, menandakan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api untuk berbagai tujuan perjalanan.

Berdasarkan data operasional KAI Daop 2 Bandung, lima kereta api tercatat dengan jumlah pelanggan terbanyak.

“Selama periode libur sekolah KA dengan jumlah pelanggan terbanyak yakni KA Sangkuriang, diikuti KA Kahuripan, KA Malabar, KA Papandayan, dan KA Mutiara Selatan,” ungkap Kuswardojo, Senin (6/7/2026).

KA (7044) Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang PP dengan kapasitas 7.040 kursi, selama periode liburan ini melayani 19.997 pelanggan atau okupansi mencapai 284 persen.

Sementara KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang PP melayani 18.768 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi 225,6 persen.

Baca Juga  Delapan Camat Terbaik di Jabar Dapat Penghargaan Belajar di Singapura

Selanjutnya, KA Kahuripan (274) relasi Kiaracondong–Blitar PP melayani 23.707 pelanggan dari kapasitas 11.872 tempat duduk atau mencatat okupansi 199,7 persen.

KA (129) Papandayan relasi Garut-Gambir PP juga menjadi salah satu favorit masyarakat dengan jumlah pelanggan mencapai 14.013 orang dari kapasitas 7.520 tempat duduk atau okupansi sebesar 186,3 persen.

Sedangkan KA (72) Mutiara Selatan relasi Bandung–Surabaya Gubeng PP melayani 13.934 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi mencapai 167,5 persen.

Selain kereta api favorit, sejumlah relasi perjalanan juga menjadi tujuan utama pelanggan selama musim libur sekolah, yakni relasi Bandung–Gambir, Bandung–Yogyakarta, Kiaracondong–Kutoarjo, Kiaracondong–Lempuyangan, serta Bandung–Surabaya Gubeng.

“Tingginya tingkat okupansi pada sejumlah kereta api menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun untuk bersilaturahmi bersama keluarga,” ujar Kuswardojo.

Baca Juga  Chingu Cafe, Tempat Nongkrong Para KPopers

Kuswardojo menjelaskan bahwa tingginya angka okupansi tidak berarti terjadi kelebihan kapasitas tempat duduk, melainkan merupakan akumulasi jumlah pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan (dinamis), sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu rangkaian perjalanan.

“KAI menerapkan sistem penjualan tiket sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia pada setiap segmen perjalanan. Dengan demikian, seluruh pelanggan tetap memperoleh tempat duduk sesuai tiket yang dimiliki, meskipun secara akumulatif tingkat okupansi dapat melebihi 100 persen,” jelasnya.

KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur sekolah.

“KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian,” pungkasnya.

(Adi)