Pemprov Jabar Dorong Kabupaten/ Kota dan Pelaku Usaha Terapkan Standarisasi Wisata Ramah Muslim

Kota Depok, BriliaNews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026, untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha menerapkan standarisasi wisata ramah Muslim.

Kegiatan dirangkaikan dengan peluncuran portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat.

Pada tahun ini, ada delapan kategori di SWJ-MFT Award, yaitu:

  1. Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik
  2. Hotel Ramah Muslim Terbaik
  3. Restoran Ramah Muslim Terbaik
  4. Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik
  5. Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik
  6. Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik
  7. Desa Wisata Ramah Muslim Terbaik
  8. Mall Ramah Muslim Terbaik

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan,
Jabar memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, alam yang indah, budaya yang kaya, masyarakat yang ramah serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang. Ini adalah modal besar yang harus dikelola dengan cerdas.

Baca Juga  Sekda Setiawan: Operasi Pasar Murah Bersubsidi untuk Stabilkan Inflasi Jawa Barat

Namun potensi saja tidak cukup. Dibutuhkan sistem yang mampu mengarahkan potensi itu agar pariwisata Jabar berdaya saing.

Ia pun memberikan apresiasi atas peluncuran Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026 dan portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat.

“Pariwisata hari ini tidak bisa dikelola dengan cara yang lama, tapi harus dibangun dengan data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi yang luas dan pendekatan yang inklusif,” ucap Wagub, dalam peluncuran SWJ-MFT Award 2026, di Masjid At-Thohir, Kota Depok, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui SWJ-MFT dan IPKN Jawa Barat sangat tepat dan visioner. Dua agenda ini saling melengkapi, dimana yang satu memperkuat kualitas ekosistem pariwisata ramah muslim dan yang satu lagi memperkuat tata kelola data kepariwisataan yang terstandar, terverifikasi dan terpadu.

Baca Juga  Bank Sampah Resik PD Kebersihan Kota Bandung, Tampung Jelantah Rumah Tangga

Wagub menegaskan, peluncuran repositori IPKN Jawa Barat menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pembangunan kepariwisataan memiliki dasar data yang kuat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan data yang baik kita bisa mencanangkan dengan lebih tepat, mengendalikan program dengan lebih efektif, mengevaluasi capaian dengan lebih obyektif dan membuka luang investasi yang lebih meyakinkan,” jelas Wagub.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, kegiatan SWJ-MFT Award bertujuan meningkatkan standarisasi ramah Muslim pada sarana prasarana di lingkungan destinasi wisata.

‘Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi, melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality,” ucap Iendra.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus menyiapkan inovasi terkait pengembangan Pariwisata Ramah Muslim. Selain itu, aspek aksesibilitas terus dikembangkan dan diperbaiki.

(Ida)